Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kebakaran di Paninggahan Solok Hanguskan 2 Hektare Lahan Produktif, Petugas Berjibaku Empat Jam Padamkan Api

Hendra Efison • Selasa, 2 Juni 2026 | 12:53 WIB
Kebakaran menghanguskan sekitar 2 hektare lahan produktif di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Senin (1/6/2026) sore.
Kebakaran menghanguskan sekitar 2 hektare lahan produktif di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Senin (1/6/2026) sore.

PADEK.JAWAPOS.COM—Sekitar dua hektare lahan produktif milik warga di Jorong Koto Baru, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, hangus dilalap api pada Senin (1/6/2026) sore.

Kobaran api yang cepat menyebar membuat petugas pemadam kebakaran dan BPBD harus berjibaku selama hampir empat jam sebelum berhasil mengendalikan kebakaran yang mengancam area pertanian warga.

Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok pada pukul 18.26 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api telah membesar dan menjalar ke sejumlah lahan produktif di sekitar titik awal kebakaran.

Hingga Selasa (2/6/2026), penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, aparat mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Baca Juga: Libur Panjang Dongkrak Penumpang KA Pariaman Ekspres hingga 119 Persen, Angkut 30 Ribu Lebih Pelanggan

Api Cepat Menjalar di Area Pertanian

Informasi yang dihimpun menunjukkan titik awal kebakaran berada di lahan milik Ardison (47), seorang petani yang tinggal di kawasan tersebut. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke area vegetasi kering dan lahan produktif di sekitarnya.

Kondisi cuaca yang relatif kering serta banyaknya material mudah terbakar membuat api terus meluas sebelum petugas berhasil melakukan penyekatan.

Kepala Seksi Operasional Damkar Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, mengatakan laporan pertama berasal dari warga yang melihat kobaran api semakin besar dan berpotensi mengancam lahan pertanian lainnya.

"Tim kami segera berkoordinasi dengan BPBD untuk melaksanakan operasi pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian," ujarnya.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa armada dan perlengkapan pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan yang lebih luas.

Baca Juga: Hakim Agung RI Bangun SMP Islam di Situjuah Batua, Usung Konsep Surau, Adat Minang dan Teknologi

Medan Sulit Hambat Proses Pemadaman

Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Selain luas area yang terbakar mencapai sekitar dua hektare, petugas juga menghadapi kondisi medan yang cukup sulit dijangkau kendaraan operasional.

Damkar Kabupaten Solok mengerahkan satu unit armada Pos Koto Baru, satu unit rescue Damkar, dan satu unit rescue BPBD. Sebanyak 17 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Selama proses berlangsung, petugas berupaya membatasi pergerakan api agar tidak menjalar ke lahan pertanian warga lainnya yang berada di sekitar lokasi.

"Kondisi medan cukup menantang karena api telah menyebar ke lahan produktif. Berkat kerja sama tim yang solid, api berhasil kami kendalikan dan dipadamkan," kata Zulhelmi.

Setelah berlangsung selama kurang lebih empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran susulan.

Baca Juga: Polisi Jalan Kaki 2 Jam Bongkar Tambang Emas Ilegal di Solok, 10 Pondok Penambang Dibakar

Ancaman Kerugian Bagi Petani

Kebakaran lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi pemilik lahan dan masyarakat sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Lahan produktif yang terbakar umumnya membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali dimanfaatkan, tergantung jenis tanaman dan tingkat kerusakan yang terjadi.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah yang memiliki sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat. Gangguan terhadap lahan produktif dapat berdampak pada aktivitas usaha tani dan pendapatan warga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok Tahun 2025, sektor pertanian masih menjadi salah satu kontributor utama perekonomian daerah, sehingga perlindungan terhadap lahan produktif menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Empat Hari Pencarian, Korban Hanyut di Batang Sangir Solok Selatan Ditemukan Meninggal 19 KM dari Titik Hilang

Damkar Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Pasca-kejadian, Damkar Kabupaten Solok kembali mengingatkan masyarakat agar menghindari praktik pembukaan lahan menggunakan api. Langkah tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama saat kondisi cuaca kering dan vegetasi mudah terbakar.

Selain dapat merusak lahan produktif, kebakaran yang tidak terkendali juga berpotensi mengancam permukiman, fasilitas umum, dan keselamatan warga.

"Kami mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas pada musim kering," ujar Zulhelmi.

Petugas juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api sekecil apa pun agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Peristiwa di Nagari Paninggahan menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat terjadi dalam waktu singkat dan menimbulkan dampak yang luas. Kewaspadaan masyarakat serta penanganan cepat dari petugas menjadi faktor penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
#lahan produktif terbakar #Junjung Sirih #Paninggahan #Damkar Kabupaten Solok #kebakaran lahan solok