Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kerugian Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Solok Capai Rp1,9 Triliun, Pemulihan Ditargetkan Hingga 2028

Dila Kartika Sari • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:20 WIB
Petugas bersama warga membersihkan material lumpur, kayu, dan sampah yang terbawa banjir akibat bencana hidrometeorologi di Nagari Sungai Jambur Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, tahun 2025 lalu.
Petugas bersama warga membersihkan material lumpur, kayu, dan sampah yang terbawa banjir akibat bencana hidrometeorologi di Nagari Sungai Jambur Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, tahun 2025 lalu.

AROSUKA, PADEK.JAWAPOS.COM – Kerugian akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok ditaksir hampir mencapai Rp1,9 triliun. Pemerintah Kabupaten Solok kini mempercepat penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan wilayah terdampak secara bertahap hingga 2028.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Solok Jon Firman Pandu saat membuka Rapat Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi di Aula Gedung C Setda Kabupaten Solok, Senin (22/6/2026). Rapat itu dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, camat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Jon Firman Pandu, besarnya nilai kerugian menunjukkan dampak bencana tidak hanya dirasakan pada sektor infrastruktur.

Aktivitas ekonomi masyarakat, sektor pertanian, akses transportasi, hingga kehidupan sosial warga juga ikut terdampak.

"Forum ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan konkret untuk mempercepat penanganan pascabencana di Kabupaten Solok," kata Jon Firman Pandu.

Pemkab Solok Siapkan Program Rehabilitasi Pascabencana

Bupati menjelaskan seluruh data yang dihimpun sejak masa tanggap darurat akan menjadi dasar penyusunan program pemulihan daerah.

Data tersebut juga akan digunakan untuk mengajukan dukungan pendanaan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat.

Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan dukungan berbagai pihak karena skala kerusakan yang cukup besar.

Pemkab Solok tidak bisa bekerja sendiri dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi dengan Forkopimda, instansi vertikal, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting agar program pemulihan berjalan sesuai kebutuhan warga.

Selain itu, Jon Firman Pandu meminta seluruh peserta rapat memberikan masukan dan rekomendasi yang dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan.

Pemerintah ingin setiap langkah yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Kerugian Rp1,9 Triliun Jadi Dasar Pengajuan Dukungan Dana

Nilai kerugian yang mendekati Rp1,9 triliun menjadi salah satu dasar penting dalam pengajuan bantuan pendanaan.

Pemkab Solok berharap dukungan tersebut dapat mempercepat pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai sektor.

Sementara itu, pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan program pemulihan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2028.

Target tersebut mencakup perbaikan infrastruktur, pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, serta penguatan ketahanan daerah terhadap potensi bencana pada masa mendatang.

Menurut Jon Firman Pandu, proses pemulihan bukan sekadar mengembalikan kondisi wilayah seperti sebelum bencana.

Pemerintah juga ingin membangun sistem yang lebih tangguh agar dampak bencana dapat diminimalkan jika kembali terjadi.

Fokus Bangun Daerah yang Lebih Tangguh

Di tengah tantangan pemulihan yang masih berlangsung, Pemkab Solok tetap optimistis seluruh program dapat berjalan sesuai rencana.

Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat kebangkitan daerah.

Jon Firman Pandu menegaskan semangat gotong royong harus terus dijaga selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

Dengan kerja sama yang kuat, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas normal dan roda perekonomian daerah berangsur pulih.

“Bencana memang menimbulkan kerusakan besar, tapi dengan kerja sama dan komitmen bersama, Kabupaten Solok akan bangkit lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#bencana hidrometeorologi Kabupaten Solok #rekonstruksi Kabupaten Solok #jon firman pandu #Rehabilitasi Pascabencana