Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Silaturahmi Silek Tuo di Solok, 615 Peserta dari 41 Perguruan Ramaikan Nagari Aripan

Dila Kartika Sari • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:40 WIB
Ratusan pesilat dari 41 perguruan mengikuti Silaturahmi Silek Tuo di Balai Adat Nagari Aripan, Kabupaten Solok, sebagai upaya melestarikan warisan budaya Minangkabau.
Ratusan pesilat dari 41 perguruan mengikuti Silaturahmi Silek Tuo di Balai Adat Nagari Aripan, Kabupaten Solok, sebagai upaya melestarikan warisan budaya Minangkabau.

PADEK.JAWAPOS.COM – Silaturahmi Silek Tuo di Nagari Aripan, Kabupaten Solok, berlangsung meriah pada Sabtu (27/6/2026) dengan melibatkan sekitar 615 peserta dari 41 perguruan silek. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Adat Nagari Aripan itu menjadi bukti kuat bahwa tradisi beladiri Minangkabau masih hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai sasaran silek di Kota Solok dan Kabupaten Solok. Menariknya, kegiatan tersebut didominasi kalangan anak muda yang menunjukkan tingginya minat generasi penerus dalam mempelajari silek tradisi.

Acara diawali dengan arak-arakan peserta menuju Balai Adat Nagari Aripan. Hadir dalam kegiatan itu Anggota DPRD Sumbar Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Marcos Sophan, perwakilan Dinas Kebudayaan Sumbar, Ketua LKAAM Reflidon Dt. Kayo, Ketua IPSI Kota Solok Oktavianus Dt. Rajo Alam, Wali Nagari Aripan, serta para Tuo Silek dari berbagai nagari.

Silaturahmi Silek Tuo Jadi Upaya Melestarikan Warisan Budaya

Perguruan Silek Kumango Nagari Aripan dipercaya menjadi tuan rumah atau si pangka alek. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sejak sore hingga Ahad dini hari dengan menampilkan atraksi dan silaturahmi antarsasaran silek.

Mewakili Bupati Solok, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Marcos Sophan mengapresiasi tingginya partisipasi para pesilat. Menurutnya, antusiasme tersebut mencerminkan kekompakan komunitas Silek Tuo di wilayah Solok.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Sumbar Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam yang terus mendorong pembinaan silek tradisi. Selain itu, Marcos menilai para Tuo Silek memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan warisan budaya kepada generasi muda.

"Program Dinas Kebudayaan Sumbar sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Solok untuk memberdayakan masyarakat berbasis adat dan budaya," ujarnya.

Silek Tradisi Dinilai Mampu Membentuk Karakter Generasi Muda

Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan Dinas Kebudayaan Sumbar agar seluruh perguruan silek tetap eksis dan terus berkembang.

Menurutnya, masyarakat patut bangga karena Silek telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Ia menegaskan, silek tidak hanya mengajarkan teknik beladiri, tetapi juga membentuk karakter, adab, dan sopan santun yang sangat dibutuhkan generasi muda.

Ia memastikan pembinaan silek tradisi akan terus dilaksanakan di berbagai daerah di Sumatera Barat pada tahun-tahun mendatang. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi silek sebagai identitas budaya Minangkabau.

Sementara itu, Tuo Silek Kumango Aripan, Masfa Pakiah Marajo, berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Nagari Aripan untuk mempelajari silek tradisi. Menurutnya, melalui silek, generasi muda dapat diarahkan pada aktivitas positif sekaligus terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.(*)

Editor : Hendra Efison
#Silaturahmi Silek Tuo #Silek Tuo Solok #perguruan silek #Silek Kumango #Nagari Aripan