Harga Bawang Turun Saat Panen, KKN Unitas Ajari Petani Solok Bikin Produk Olahan

Dicky Junaidy • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamansiswa Padang di Sekretariat Keltan Talang Sarumpun, Jorong Atas Masjid, Nagari Batu Banjanjang, Kabupaten Solok.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang di Sekretariat Keltan Talang Sarumpun, Jorong Atas Masjid, Nagari Batu Banjanjang, Kabupaten Solok.

PADEK.JAWAPOS.COM – Harga bawang merah yang cenderung turun saat musim panen menjadi perhatian dalam penyuluhan yang digelar Dosen Pembimbing Lapangan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang di Kabupaten Solok.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Talang Sarumpun, Jorong Atas Masjid, Nagari Batu Banjanjang, Kabupaten Solok, Kamis-Jumat (30-31 Juli 2026).

Penyuluhan diikuti dua dosen pembimbing lapangan dan 13 mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang. Kegiatan berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB dan turut dihadiri Wali Jorong Atas Masjid Ermanto serta anggota kelompok tani.

Bawang Merah Diolah Jadi Produk Bernilai Jual

Dosen Program Studi Manajemen Universitas Tamansiswa Padang, Henny Sjafitri, SE., M.Si., memberikan materi mengenai penerapan digital marketing dalam pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng.

Materi tersebut menyoroti peluang meningkatkan nilai tambah komoditas bawang merah melalui pengolahan menjadi produk yang dapat dipasarkan, tidak hanya dalam bentuk bahan segar.

Menurut pemateri, Kabupaten Solok merupakan salah satu sentra produksi bawang merah. Namun, ketika musim panen tiba, harga komoditas tersebut cenderung mengalami penurunan sehingga menjadi tantangan bagi petani.

Karena itu, petani diberikan pemahaman mengenai pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng.

Materi juga mencakup teknik pengemasan atau packaging agar produk memiliki daya tarik dan nilai jual lebih tinggi.

Produk olahan tersebut dapat dipasarkan menggunakan label dan nama produk lokal. Penerapan digital marketing juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya pemasaran produk olahan bawang merah.

Kulit Bawang Diolah Jadi Pupuk Organik

Selain pengolahan produk, penyuluhan juga membahas pemanfaatan limbah kulit bawang merah. Materi ini disampaikan Aslan Sari Thesiwati, SP., M.Si., dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Tamansiswa Padang.

Petani diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair atau mikroorganisme lokal (MOL).

Limbah yang selama ini sebagian besar dibuang atau dibakar tersebut dapat diolah menjadi bahan yang bermanfaat bagi pertanian.

Pemanfaatan MOL kulit bawang merah diharapkan dapat mengurangi limbah pertanian sekaligus mendukung kesuburan tanah.

Kandungan unsur hara dan mikroorganisme hasil fermentasi dapat membantu proses dekomposisi bahan organik serta meningkatkan ketersediaan unsur hara.

Dengan demikian, petani memiliki alternatif dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong Kelompok Tani Talang Sarumpun mengembangkan inovasi pengolahan bawang merah sekaligus memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.(*)

Editor : Hendra Efison
harga bawang merah Solok petani bawang merah Solok pupuk organik kulit bawang KKN Unitas bawang goreng