PADEK.JAWAPOS.COM—PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat memperkuat dukungan listrik untuk pompanisasi pertanian guna menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan saat kekeringan melanda.
Penguatan dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok dengan balai pertanian se-Sumatera Barat pada 10 September 2026.
Pertemuan berlangsung di Kantor Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Sumatera Barat, Sukarami, Arosuka.
Koordinasi membahas penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus penanganan darurat kekeringan melalui elektrifikasi pompanisasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi PLN dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memastikan kebutuhan listrik bagi pengoperasian pompa air pertanian dapat dipenuhi secara terkoordinasi.
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan dukungan kelistrikan untuk sektor pertanian merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat listrik sesuai kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
“PLN terus memastikan kesiapan kelistrikan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat. Pada sektor pertanian, dukungan terhadap elektrifikasi pompanisasi menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan aktivitas pertanian, khususnya saat menghadapi kondisi kekeringan,” ujar Ririn.
Dalam koordinasi tersebut, PLN UP3 Solok memaparkan kesiapan mendukung program elektrifikasi pompanisasi.
Dukungan diarahkan untuk menyediakan pasokan listrik yang dibutuhkan dalam pengoperasian pompa air sekaligus memastikan kebutuhan kelistrikan dapat ditindaklanjuti.
PLN bersama BRMP Kementerian Pertanian RI dan BPSIP Buah Tropika Sukarami juga memperkuat identifikasi lokasi prioritas, kebutuhan kelistrikan, serta pendampingan bagi kelompok tani penerima manfaat di Sumatera Barat.
Ririn menegaskan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar dukungan listrik untuk pompanisasi tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.
“Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan balai-balai pertanian menjadi penting untuk memastikan dukungan PLN tepat sasaran. Kami ingin kelistrikan yang tersedia dapat menunjang kebutuhan pompanisasi dan membantu petani mempertahankan produktivitas pertaniannya,” kata Ririn.
Melalui dukungan kelistrikan tersebut, PLN berharap kebutuhan pengairan lahan tetap dapat terpenuhi saat ketersediaan air terbatas sehingga aktivitas petani, produksi pangan, dan ketahanan pangan di Sumatera Barat dapat terus terjaga.
Kegiatan itu diikuti 50 peserta dan dihadiri Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sumatera Barat Muhammad Arif Fikri, Kepala Balai Besar/Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat BRMP Kementerian Pertanian RI Dr. Salwati, SP., M.Si., Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika/BPSIP Buah Tropika Sukarami Adha Fatmah Siregar, M.Si., M.Sc., Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Solok Dito Nusa Putra, serta Manager ULP Kayu Aro Reza Riadi.(*)
Editor : Hendra Efison