PADEK.JAWAPOS.COM—Banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, merusak sejumlah fasilitas pemerintahan.
Kondisi tersebut mendorong Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meminta pemerintah daerah segera menyiapkan kantor pelayanan terpadu darurat.
Vasko menyampaikan hal itu saat meninjau kawasan terdampak galodo, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan meskipun sejumlah kantor pemerintahan terdampak bencana.
“Kita minta pemerintah kabupaten segera siapkan kantor pelayanan terpadu darurat. Jangan sampai karena kantor terdampak bencana, pelayanan kepada masyarakat ikut berhenti. Pemerintahan harus tetap berjalan dan masyarakat tetap harus dilayani,” tegas Vasko.
Lokasi Pelayanan Darurat Harus Aman
Ia meminta perangkat daerah terkait segera mengidentifikasi lokasi yang aman dan representatif untuk dijadikan pusat pelayanan sementara.
Kantor darurat tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan sejumlah layanan dasar pemerintahan hingga proses rehabilitasi fasilitas terdampak dilakukan.
Selain memastikan pelayanan publik tetap berjalan, Vasko meminta masyarakat yang berada di kawasan rawan untuk sementara mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Imbauan itu disampaikan karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Solok.
“Kita minta masyarakat jangan mengambil risiko. Kalau memang berada di lokasi yang rawan, untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan masyarakat harus menjadi yang utama,” ujarnya.
Vasko juga meminta pemerintah daerah bersama unsur kebencanaan memastikan lokasi pengungsian aman dan mampu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak kembali ke kawasan rawan sebelum dinyatakan aman.
Pemkab Solok Tetapkan Tanggap Darurat
Galodo menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin malam (21/9/2026). Bencana tersebut berdampak pada permukiman warga dan sejumlah fasilitas pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.
Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi pengungsian, sedangkan dapur umum disiagakan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.
Tim gabungan juga terus melakukan pembersihan material dan membuka akses yang terdampak.
Alat berat disiagakan untuk menangani material sedimen sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Vasko menegaskan penanganan bencana harus berlangsung cepat dan terkoordinasi dengan tetap menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.
Pada saat yang sama, pelayanan pemerintahan perlu dipastikan tetap berjalan melalui langkah-langkah darurat.(*)
Editor : Hendra Efison