Pemulihan Perikanan Solok, Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:14 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyerahkan bantuan bibit ikan dan pakan kepada pembudidaya terdampak bencana di Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyerahkan bantuan bibit ikan dan pakan kepada pembudidaya terdampak bencana di Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok.

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan sekitar 52 ribu bibit ikan beserta pakan kepada pembudidaya terdampak bencana di Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026).

Bantuan yang diserahkan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, itu ditujukan untuk membantu pemulihan usaha perikanan masyarakat.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Syefdinon.

Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mendata kebutuhan warga terdampak bencana dan menyalurkan bantuan sesuai bidang masing-masing.

“Seluruh kepala dinas telah kita minta melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk di Kabupaten Solok,” ujar Mahyeldi.

Ia berharap bantuan bibit ikan dan pakan dapat dimanfaatkan secara optimal agar pembudidaya kembali menjalankan usaha dan memulihkan sumber penghidupan keluarga.

Pemulihan Perikanan Solok Berlanjut pada 2027

Kepala DKP Sumbar Syefdinon menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan Program Budidaya Perikanan Darat Tematik yang direncanakan mulai berjalan pada 2027.

Program ini dirancang untuk memperluas usaha budidaya berbasis nagari sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setelah terdampak bencana.

Setiap lokasi direncanakan memperoleh sekitar 20 kolam, bibit ikan, dan pakan untuk satu siklus budidaya selama empat bulan.

Setelah panen pertama, pembudidaya diharapkan mampu membiayai dan melanjutkan siklus berikutnya secara mandiri.

Untuk mengikuti program tersebut, pemerintah nagari perlu menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi dan berkoordinasi dengan DKP Sumbar.

Syefdinon mengatakan, program itu direncanakan memiliki kuota 10.000 titik pada 2027 dan meningkat menjadi 40.000 titik pada 2029.

“Kami berharap nagari-nagari di Kabupaten Solok dapat mempersiapkan persyaratan sejak awal agar berpeluang memanfaatkan program ini,” kata Syefdinon.

DKP Sumbar Bangun Akses Pasar Hasil Budidaya

Selain menyiapkan bantuan dan program budidaya, DKP Sumbar tengah membangun ekosistem pemasaran untuk menghubungkan hasil panen dengan calon pembeli.

Calon mitra yang dijajaki meliputi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lembaga pemasyarakatan, sekolah kedinasan, hotel, dan rumah makan.

“Ekosistem pemasarannya sedang kita bangun. Jika ini berjalan, pembudidaya akan memiliki akses pasar yang lebih luas dan kepastian serapan hasil panen,” ujar Syefdinon.

Salah seorang penerima bantuan, M. Fajar Yatim, mengapresiasi perhatian Pemprov Sumbar kepada pembudidaya terdampak bencana.

Ia berharap bantuan tersebut membantu pembudidaya di Padang Belimbing bangkit dan mengembangkan kembali usaha mereka.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan bibit ini. Mudah-mudahan kami bisa segera bangkit dan usaha budidaya kami kembali maju,” tuturnya.(*)

Editor : Hendra Efison
Bibit ikan Solok Pemulihan perikanan Sumbar Budidaya perikanan darat DKP Sumbar mahyeldi ansharullah