Alek Buru Babi di Nagari Kuncia, Bupati Solok Dukung Pelestarian Tradisi Minangkabau

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 10:20 WIB
Bupati Solok Jon Firman Pandu membuka Alek Buru Babi di Nagari Kuncia, Minggu (11/10/2026). (DOKUMENTASI PEMKAB SOLOK)
Bupati Solok Jon Firman Pandu membuka Alek Buru Babi di Nagari Kuncia, Minggu (11/10/2026). (DOKUMENTASI PEMKAB SOLOK)

PADEK.JAWAPOS.COM–Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., secara resmi membuka kegiatan Alek Buru Babi yang digelar di Nagari Kuncia, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat Minangkabau. Selain menjadi bagian dari kearifan lokal, Alek Buru Babi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Kehadiran Jon Firman Pandu dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Solok terhadap pelestarian adat dan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah itu.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Melahap Ruko dan Rumah Petak di Limau Manis Padang, Satu Orang Luka-Luka

Alek Buru Babi tidak hanya menjadi kegiatan tradisional, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan persaudaraan. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau diharapkan terus terjaga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Solok, Boy Falma, serta Anggota DPRD Kota Solok, Ardi Alhakim, yang juga merupakan pengurus Persatuan Olahraga Buru Babi Indonesia (PORBI).

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan anggota legislatif dalam kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 12–21 Oktober, Hujan Ringan dan Kabut Asap Muncul di Sejumlah Daerah

Alek Buru Babi Jadi Wadah Mempererat Silaturahmi

Alek Buru Babi merupakan tradisi yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau. Di sejumlah daerah, kegiatan ini menjadi ajang pertemuan warga dari berbagai nagari sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat terus memelihara nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, kegiatan tradisional seperti Alek Buru Babi juga dapat menjadi sarana untuk mempertahankan identitas budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG, Sejumlah Kecamatan di Sumbar Berpotensi Dilanda Hujan Lebat

Dukungan terhadap pelestarian tradisi menjadi salah satu upaya menjaga keberagaman budaya yang tumbuh di Kabupaten Solok. Adat dan budaya lokal tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat yang perlu dirawat secara berkelanjutan.

Pemkab Solok Dorong Pelestarian Adat dan Budaya

Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, nilai-nilai budaya diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Perairan Mentawai Terdampak

Alek Buru Babi di Nagari Kuncia menjadi salah satu momentum untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga semangat kebersamaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pelestarian tradisi Minangkabau.

Dengan terpeliharanya tradisi lokal, masyarakat diharapkan dapat terus mewariskan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong kepada generasi berikutnya. (cr8)

Editor : Adetio Purtama
Nagari Kuncia bupati solok tradisi Minangkabau jon firman pandu alek buru babi