PADEK.JAWAPOS.COM-Perusahaan Umum (Perum) Damri akan kembali mengoperasikan angkutan perintis di Kabupaten Solok Selatan mulai Kamis (27/2). Layanan transportasi ini sempat terhenti dan kini akan melayani masyarakat dengan rute yang sama seperti sebelumnya.
“Operasional ini menyusul setelah kontrak operasional tahun ini resmi ditandatangani, memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat Solsel. Selama operasi berhenti, masyarakat kesulitan mendapatkan transportasi untuk pergi kerja di berbagai instansi, termasuk yang ingin berobat ke RSUD Solok Selatan,” kata Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan Solok Selatan, Mimi Ariesma Putri, Rabu (26/2).
Menurut Mimi, angkutan perintis akan kembali beroperasi dengan rute Padangaro-Ulu Suliti dan sebaliknya. “Damri akan kembali beroperasi mulai tanggal 26 Februari 2025 dengan dua armada yang sama seperti sebelumnya,” jelasnya.
Tarif untuk rute Padangaro-Ulu Suliti tetap sama yakni Rp 15 ribu per orang. Pelayanan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat Solok Selatan yang selama ini kesulitan mendapatkan transportasi umum.
Selain mengembalikan operasional rute yang telah ada, Dinas Perhubungan Solok Selatan juga berencana menambah rute baru yakni Padangaro-Dharmasraya.
“Penambahan rute ini saat ini sedang dalam proses pengajuan oleh anggota DPR RI asal Solok Selatan, Zigo Rolanda, untuk mempermudah akses transportasi bagi masyarakat,” tambah Mimi.
Kabar baik lainnya, pada Maret 2025, Perum Damri akan mengoperasikan angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan kawasan wisata Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan.
“Rute KSPN ini akan menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan kawasan Saribu Rumah Gadang, dengan jadwal keberangkatan sekali sehari. Bus akan berangkat pagi hari dari kawasan Saribu Rumah Gadang dan sore hari dari BIM,” terang Mimi.
Untuk layanan KSPN ini, tarif ditetapkan sebesar Rp 40 ribu per orang untuk perjalanan dari Muaralabuh ke BIM.
Dengan beroperasinya kembali angkutan perintis dan hadirnya layanan KSPN, diharapkan aksesibilitas transportasi di Kabupaten Solok Selatan akan semakin lancar, mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan tersebut. (tno)
Editor : Novitri Selvia