Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gabungan Pecinta Alam Tanam 1.000 Pohon di Camintoran, WALHI Soroti Lahan Terbengkalai

Hendra Efison • Minggu, 22 Juni 2025 | 22:37 WIB

Gabungan pecinta alam tanam 1.000 pohon di Camintoran, Solok Selatan. WALHI desak Pemda aktif rawat aset wisata yang terbengkalai sejak beberapa tahun belakangan.
Gabungan pecinta alam tanam 1.000 pohon di Camintoran, Solok Selatan. WALHI desak Pemda aktif rawat aset wisata yang terbengkalai sejak beberapa tahun belakangan.
PADEK.JAWAPOS.COM – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, gabungan pemerhati lingkungan dan pecinta alam di Kabupaten Solok Selatan menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Bumi Perkemahan Camintoran, Minggu (22/6/2025). Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam di lahan kritis kawasan tersebut.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Komunitas Pecinta Alam (KPA) Winalsa Solok Selatan dan melibatkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat, LSM Sumatera Green Forest, Kelompok Adventure Pecinta Alam Solok Selatan (KAPAS), Adventure Coffee Mountain (ACM), serta pelajar tingkat SMP.

“Kami bersama pegiat lingkungan dan pecinta alam di Solok Selatan melakukan penanaman ini di lahan kritis kawasan Camintoran. Kegiatan ini didampingi dan difasilitasi oleh WALHI Sumbar, serta partisipasi dari pelajar SLTP,” ujar Ketua KPA Winalsa Solok Selatan, Hendri Syarif.

Menurut Hendri, bibit yang ditanam terdiri dari tanaman produktif seperti durian, kopi, kayu manis, petai, dan jengkol. Lokasi Camintoran dipilih karena memiliki nilai historis dan dulunya menjadi tempat favorit warga.

“Sekarang sudah lama tidak terurus, sehingga kami memilih lokasi Camintoran sebagai representasi dari lahan kritis tersebut,” katanya.

Sementara itu, Divisi Wilayah Kelola Rakyat WALHI Sumatera Barat, Abdul Aziz, menyebut Camintoran sebagai kawasan sepadan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan dulunya merupakan ikon wisata Solok Selatan.

“Pada 2018, kawasan ini sempat menjadi objek wisata terbaik versi Kementerian Desa. Tapi sangat disayangkan, anggaran sebesar Rp10 miliar yang dikucurkan saat itu tidak dimanfaatkan dengan baik dan kini kawasan ini terbengkalai,” tegasnya.

Aziz mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk serius merawat Camintoran sesuai dengan visi menjadikan Solok Selatan sebagai daerah tujuan wisata.

“Kami juga mendorong DPRD Solok Selatan untuk lebih aktif mengawasi pengelolaan aset daerah agar Camintoran kembali menjadi destinasi unggulan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan perekonomian lokal,” ucapnya.

Ketua KAPAS, Javian Deri Kurniawan, menilai kegiatan penanaman ini sebagai langkah awal untuk membangkitkan kembali potensi wisata Camintoran.

“Sangat disayangkan kawasan ini terbengkalai. Harapannya ke depan, kita bisa bersinergi untuk merawat dan memajukan Camintoran sebagai pilot project wisata di Solok Selatan,” ujarnya.

Ia juga berharap berbagai event dapat digelar di Camintoran seperti field trip kopi dan kegiatan wisata alam lainnya, mengingat kopi menjadi daya tarik lokal yang kuat.

Fadila, salah satu pelajar yang turut menanam pohon, berharap agar Camintoran bisa dikembangkan kembali seperti dulu.

“Kalau tidak dimanfaatkan, akan rugi sekali. Tempatnya indah dan punya potensi besar sebagai objek wisata,” katanya.(*)

Editor : Hendra Efison
#Tanam 1000 Pohon di Camintoran #Gabungan Pecinta Alam #WALHI Soroti Lahan Terbengkalai