Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Arditono Padek • Selasa, 30 September 2025 | 13:09 WIB

Yulian Efi.(Wiki)
Yulian Efi.(Wiki)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah untuk Rakyat yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

“Program 3 Juta Rumah bukan hanya sebatas target pembangunan fisik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat: hunian yang layak, aman, dan terjangkau untuk masyarakat yang berhak,” ujar Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, Minggu (28/9), usai mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD).

Ia menyampaikan bahwa hal tersebut mengacu pada hasil rapat evaluasi bersama Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP), Imran, yang digelar kemarin.

Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi sejauh mana capaian program telah berjalan, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah percepatan melalui penyederhanaan regulasi dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Yulian Efi menekankan dua fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Pertama, pelaporan progres pembangunan dan renovasi rumah, baik yang bersumber dari dana APBN maupun APBD, tetap harus dilakukan meskipun tidak tercatat sebagai target di Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Kedua, pembebasan Bea Pengesahan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok rentan.

“Contohnya, pengalokasian anggaran renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam APBD 2025, terutama bagi daerah yang belum mencantumkannya. Selain itu, pemberdayaan nagari untuk ikut berkontribusi dalam renovasi RTLH melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APB Nagari), serta pelaporan data perumahan yang akurat dan tepat waktu kepada Kementerian PKP dan Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Wakil Bupati Solok Selatan juga menegaskan kesiapan daerahnya untuk mengimplementasikan seluruh kebijakan yang telah dirumuskan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan Kementerian PUPR, Kemendagri, serta mitra pembangunan lainnya.

“Program ini bukan pekerjaan satu lembaga, tetapi kerja bersama. Hanya dengan kolaborasi yang solid, target 3 juta rumah bukan sekadar angka, melainkan realitas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan rumah tidak hanya soal menumpuk bata dan semen, tetapi merupakan upaya membangun masa depan masyarakat. “Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya. (tno)

Editor : Novitri Selvia
#Pemkab Solsel #Program 3 Juta Rumah #Yulian Efi