Camat KPGD, Adila Rekriyaldi, membenarkan laporan warga yang melihat harimau sekitar pukul 10.00 WIB. “Menurut keterangan warga bernama Uni Non, harimau terlihat duduk di atas Batu Catuan. Lokasinya sudah masuk kawasan permukiman, dekat dengan SDN 20 Sungai Rambutan,” ujar Adila.
Kemunculan satwa dilindungi itu berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi insiden sebelumnya, di mana dua warga diserang harimau saat menyadap getah pada Selasa (16/9/2025) lalu.
Untuk menghindari kejadian serupa, pihak kecamatan bersama Bhabinkamtibmas, wali nagari, dan jorong mengimbau warga agar waspada dan menghentikan sementara aktivitas ke ladang.
“Kami akan mengumpulkan tokoh masyarakat di kantor wali nagari untuk membahas langkah antisipasi dan memberi tahu BKSDA Sumbar,” kata Adila.
Ia menambahkan, kemungkinan kegiatan belajar di SDN 20 Sungai Rambutan akan diliburkan sementara demi keselamatan siswa.
Pihak BKSDA Sumbar disebut akan menuju lokasi setelah menerima laporan resmi dari kecamatan. Sebelumnya, pascakejadian penyerangan dua warga, tim BKSDA telah memasang perangkap dan kamera trap, namun belum berhasil menemukan jejak harimau tersebut.
“Saat ini masih ada satu perangkap dengan umpan seekor kambing di lokasi awal kejadian,” jelas Adila.
Kemunculan kembali Harimau Sumatera di wilayah KPGD ini menambah kekhawatiran warga. Pemerintah setempat berharap langkah cepat BKSDA dapat mencegah potensi konflik manusia dan satwa yang berulang di kawasan tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison