UNP Latih Guru Matematika Solok Selatan Gunakan AR Berbasis Seribu Rumah Gadang

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:16 WIB
Guru matematika SMP se-Kabupaten Solok Selatan mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis AR dan budaya Seribu Rumah Gadang yang digelar UNP.
Guru matematika SMP se-Kabupaten Solok Selatan mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis AR dan budaya Seribu Rumah Gadang yang digelar UNP.

PADEK.JAWAPOS.COM — Universitas Negeri Padang (UNP) melatih guru matematika SMP se-Kabupaten Solok Selatan mengembangkan pembelajaran berbasis proyek, inkuiri, deep learning, dan Augmented Reality (AR) dengan mengangkat budaya Seribu Rumah Gadang.

Pelatihan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Tahun 2026 itu berlangsung di SMP Negeri 3 Solok Selatan pada 27–28 Agustus 2026, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan dan MGMP Matematika SMP Kabupaten Solok Selatan.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu guru menciptakan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dengan menghubungkan konsep numerasi, teknologi, dan budaya lokal.

Ketua Tim Pengabdian UNP, Dra. Media Rosha, M.Si., mengatakan matematika perlu disajikan lebih dekat dengan kehidupan siswa agar mereka tidak hanya memahami rumus, tetapi juga mampu melihat penerapannya di lingkungan sekitar.

“Matematika perlu hadir lebih dekat dengan kehidupan siswa. Melalui budaya lokal dan teknologi, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna,” ujarnya.

Rumah Gadang Jadi Konteks Pembelajaran Matematika

Dalam pelatihan, kawasan Seribu Rumah Gadang dimanfaatkan sebagai sumber konteks pembelajaran melalui pendekatan etnomatematika.

Guru diajak mengidentifikasi konsep matematika yang terdapat pada Rumah Gadang, mulai dari bentuk geometri, skala, pengukuran, proporsi, simetri, transformasi, pola hingga penyajian data.

Unsur budaya tersebut kemudian dikembangkan menjadi sumber masalah yang dapat mendorong siswa melakukan penyelidikan matematika, bukan sekadar menjadi pelengkap materi pelajaran.

Tim pengabdian juga mengenalkan teknologi AR menggunakan aplikasi Assemblr EDU yang dipandu Adzra Afifah, M.Pd.

Guru dapat melihat model Rumah Gadang dalam bentuk tiga dimensi melalui perangkat masing-masing.

Penggunaan AR memberikan pengalaman baru bagi peserta karena objek budaya dapat diamati secara digital dan digunakan untuk membantu memvisualisasikan konsep matematika.

Selain teknologi, guru mendapat materi mengenai literasi numerasi, bahasa sebagai penghela ilmu, pembelajaran mendalam, serta pengembangan proyek inkuiri. Materi tersebut disampaikan antara lain oleh Dr. Afnita, M.Pd., dan Dr. Arnellis, M.Si.

Guru Susun Soal TKA Berbasis Budaya Lokal

Pada hari kedua, peserta juga berlatih menyusun soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika SMP dengan menggunakan budaya lokal Solok Selatan sebagai stimulus.

Guru dibagi ke dalam kelompok berdasarkan submateri TKA, kemudian menyusun soal yang menguji kemampuan memahami, mengaplikasikan, hingga melakukan penalaran matematis.

Ketua MGMP Matematika SMP Kabupaten Solok Selatan, Dewi Arfianti, M.Pd., mengatakan Rumah Gadang memiliki banyak unsur yang dapat dikembangkan menjadi bahan pembelajaran.

“Rumah Gadang ternyata memiliki banyak unsur matematika. Dari bentuk bangunan sampai pola ukiran semuanya bisa dikembangkan menjadi soal,” katanya.

Tim pengabdi UNP Berdampak diketuai Media Rosha, dengan anggota Dr. Afnita, M.Pd., Hadi Kurnia Saputra, S.Pd., M.Kom., Azhari Syarif, S.Pd., M.Si., Dr. Arnellis, M.Si., dan Adzra Afifah, M.Pd.

Dari kegiatan tersebut, guru menghasilkan rancangan proyek inkuiri, pertanyaan pemantik, modul ajar, lembar kerja peserta didik, media pembelajaran berbasis Rumah Gadang, serta aktivitas pembelajaran berbantuan AR.

UNP berharap perangkat dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan guru di sekolah masing-masing untuk memperkuat pembelajaran matematika, literasi numerasi, dan pemanfaatan budaya lokal.(*)

Editor : Hendra Efison
UNP Solok Selatan pembelajaran matematika AR guru matematika Solok Selatan UNP Berdampak seribu rumah gadang