PADEK.JAWAPOS.COM — Warga Jorong Buluh Kasok, Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan, masih menunggu perbaikan jembatan penghubung yang rusak dan mengganggu aktivitas warga.
Kerusakan jembatan sepanjang sekitar 100 meter itu semakin parah dalam setahun terakhir.
Dalam lima bulan terakhir, kondisi sejumlah bagian jembatan bahkan harus ditangani secara darurat oleh masyarakat.
Niniak Mamak Nagari Padang Air Dingin yang berdomisili di Jorong Buluh Kasok sekaligus mantan Wali Nagari Padang Air Dingin, Yon Harisman (60), mengatakan lima besi penahan lantai atau leger telah patah.
“Yang sudah patah sekarang ada lima buah. Antara lantai yang satu dengan lantai yang lain sudah jauh dan tinggi,” kata Yon.
Warga bersama pemerintah nagari sebelumnya sempat memperbaiki sejumlah bagian secara swadaya. Baut yang lepas dan beberapa besi yang rusak diperbaiki dengan cara dilas.
Namun, kerusakan semakin sulit ditangani masyarakat. Warga kemudian memasang papan pada bagian lantai yang rusak agar jembatan tetap bisa dilewati.
Papan tersebut hanya bertahan beberapa hari sebelum patah atau terlepas kembali.
“Papan itu belum sampai seminggu sudah patah dan copot,” ujarnya.
Kondisi tersebut menyulitkan warga mengangkut hasil panen, semen, batako, kayu, dan material pembangunan rumah menggunakan kendaraan roda empat.
Sebagian warga terpaksa menggunakan sepeda motor dengan keranjang atau membawa barang secara manual.
Kerusakan jembatan juga pernah menyebabkan warga mengalami kecelakaan.
Seorang warga terjatuh bersama sepeda motornya hingga masuk ke Sungai Batang Sangir setelah kendaraannya tersangkut di bagian jembatan yang rusak.
“Untung waktu itu ada masyarakat yang sedang mencuci dan memancing sehingga bisa menyelamatkan. Orangnya hanyut sekitar 50 meter baru bisa dikeluarkan,” katanya.
Masyarakat telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah. Beberapa minggu lalu, pemerintah daerah bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga meninjau langsung jembatan tersebut.
Menurut Yon, pihak PU saat peninjauan menyampaikan bahwa perbaikan jembatan akan segera dilakukan. Namun, hingga kini perbaikan belum terealisasi di lapangan.
Yon juga menilai konstruksi jembatan perlu mendapat perhatian. Menurutnya, besi penahan lantai yang digunakan sekarang terlihat lebih kecil dibandingkan leger jembatan gantung sebelumnya yang hanya digunakan kendaraan roda dua.
“Kalau kapasitasnya untuk mobil, seharusnya legernya lebih besar dan tebal. Tapi sekarang banyak yang bengkok dan patah,” ujarnya.
Sembari menunggu perbaikan, masyarakat bermusyawarah membatasi beban kendaraan yang melintas.
Warga tidak memperbolehkan kendaraan membawa muatan lebih dari sekitar 700 kilogram hingga satu ton.
Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi sekitar 200 kepala keluarga atau sekitar 1.200 jiwa di Jorong Buluh Kasok.
Jorong ini berjarak sekitar empat kilometer dari Nagari Padang Air Dingin dan memiliki fasilitas umum seperti masjid, sekolah dasar, PAUD, TK, polindes, serta lapangan sepak bola.
Akses tersebut juga digunakan masyarakat dari wilayah lain yang memiliki sawah, ladang, maupun kepentingan lainnya di kawasan Buluh Kasok.
“Harapan kami jembatan itu bisa berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Masyarakat bisa memanfaatkan jembatan untuk membawa hasil panen dan kebutuhan lainnya tanpa harus memikul,” katanya. (mg9)
Editor : Hendra Efison