PADEK.JAWAPOS.COM—Keindahan Air Terjun Tangsi Tigo di Solok Selatan harus ditempuh melalui perjalanan yang cukup menantang. Pengunjung perlu melewati jalan berbatu menggunakan sepeda motor, kemudian berjalan kaki sekitar 20 menit melalui jalur yang memiliki sejumlah bagian licin.
Meski demikian, perjalanan tersebut terbayar dengan pemandangan air terjun yang berada di tengah lingkungan alam yang masih asri. Udara sejuk dan air yang dingin menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam.
Air Terjun Tangsi Tigo, yang juga dikenal sebagai Air Terjun Kipas, berada di Jorong Sungai Lambai Barat, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Lokasinya berada di kawasan perkebunan teh, sekitar kaki Gunung Kerinci.
Perjalanan menuju lokasi dimulai dari gerbang masuk kawasan perkebunan teh. Dari sana, pengunjung masih bisa menggunakan sepeda motor untuk mencapai area parkir. Namun, kondisi jalan yang dipenuhi bebatuan menonjol membuat pengendara harus lebih berhati-hati.
Perjalanan dengan sepeda motor memerlukan waktu sekitar setengah jam. Setelah memarkir kendaraan, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 20 menit.
Jalur menuju air terjun cukup menantang. Beberapa bagian trek licin sehingga pengunjung perlu memperhatikan pijakan dan mempersiapkan kondisi fisik sebelum berangkat.
Salah seorang pengunjung, Astrik, datang bersama teman-temannya setelah melihat foto dan video Air Terjun Tangsi Tigo di media sosial. Pemandangan yang dilihatnya secara daring membuatnya penasaran untuk mengunjungi lokasi tersebut secara langsung.
“Setelah melihat di media sosial, kelihatannya bagus sekali. Jadi penasaran dan akhirnya datang bersama teman-teman,” ujarnya.
Bagi Astrik, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama menikmati langsung keindahan Tangsi Tigo. Ia menilai pemandangan air terjun sesuai dengan yang dilihatnya melalui media sosial.
“Tempatnya sangat bagus. Air terjunnya cantik, udaranya sejuk dan airnya dingin. Ini termasuk salah satu air terjun yang bagus yang pernah saya kunjungi,” katanya.
Meski puas dengan keindahan alamnya, Astrik menilai kondisi akses menuju lokasi masih perlu mendapat perhatian. Perbaikan sejumlah bagian jalan dinilai dapat membantu wisatawan mencapai kawasan air terjun dengan lebih mudah dan aman.
Ia juga mengingatkan pengunjung yang belum terbiasa menjelajahi kawasan alam agar mempersiapkan diri sebelum berangkat. Kondisi kendaraan perlu diperiksa karena sebagian akses menuju area parkir dipenuhi bebatuan.
“Kalau untuk pemula, sebaiknya persiapkan fisik terlebih dahulu. Kendaraan juga harus dalam kondisi bagus karena jalannya cukup menantang,” ujarnya.
Menurut Astrik, perbaikan akses dan perhatian terhadap pengelolaan kawasan dapat mendukung kenyamanan pengunjung. Dengan potensi alam yang dimiliki, Air Terjun Tangsi Tigo berpeluang semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Solok Selatan.
Ia merekomendasikan destinasi tersebut kepada wisatawan yang menyukai kegiatan menjelajah alam. Namun, persiapan fisik dan kehati-hatian selama perjalanan tetap diperlukan agar pengalaman menikmati keindahan air terjun berjalan aman.(*)
Editor : Hendra Efison