PADEK.JAWAPOS.COM—Harga daging sapi di Pasar Lubuak Malako, Kabupaten Solok Selatan, masih bertahan di Rp150 ribu per kilogram, Senin (5/10/2026). Harga tersebut belum berubah dibandingkan pekan sebelumnya.
Harga yang masih tinggi turut memengaruhi daya beli masyarakat. Pedagang mengaku jumlah pembeli menurun sehingga daging yang disiapkan tidak selalu habis terjual dalam sepekan.
Pedagang daging sapi, Julid (76), mengatakan daging yang dijualnya berasal dari sapi lokal dan tidak menggunakan sapi impor. Ia menjadi satu-satunya pedagang daging sapi di Pasar Lubuak Malako.
Julid telah menekuni usaha tersebut selama hampir 20 tahun. Dalam menjalankan aktivitasnya, ia dibantu sejumlah teman.
“Saat ini harganya Rp150 ribu per kilogram. Dari minggu sebelumnya juga masih sama,” ujar Julid.
Potong Dua Sapi Setiap Pekan
Julid mengatakan pemotongan sapi dilakukan setiap Senin sebanyak dua ekor dalam sepekan. Dari jumlah tersebut, produksi daging mencapai sekitar 300 kilogram per minggu.
Daging hasil pemotongan terkadang habis terjual. Namun, pada waktu tertentu masih tersisa karena penjualan menyesuaikan kebutuhan pembeli.
Menurut Julid, masyarakat kini cenderung membeli daging sesuai kebutuhan. Kondisi tersebut membuat penjualan dalam sepekan tidak selalu habis.
Pedagang pun harus menyesuaikan jumlah daging yang disiapkan dengan permintaan pasar agar tidak terlalu banyak tersisa.
Di sisi lain, Julid menyebut adanya kabar harga daging sapi berpotensi terus meningkat hingga Lebaran mendatang. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan harga sapi yang saat ini sudah cukup mahal.
Jika harga sapi terus meningkat, kondisi itu dikhawatirkan turut mendorong kenaikan harga daging di tingkat pedagang.
“Katanya daging akan terus naik karena harga sapi sekarang mahal, sampai Lebaran nanti,” katanya.
Julid berharap harga daging sapi dapat berada pada tingkat yang tetap terjangkau masyarakat sekaligus memberikan keuntungan bagi pedagang.
“Harapannya kalau bisa ada harga yang standar, yang terjangkau untuk penjual dan pembeli,” ujarnya.(mg9)
Editor : Hendra Efison