PADEK.JAWAPOS.COM— Jalan ambles Solok Selatan di Jorong Ujung Jalan, Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, mengganggu akses masyarakat setelah sebagian badan jalan tergerus arus Sungai Batang Bangko hingga kedalaman sekitar lima meter.
Kerusakan tersebut membuat badan jalan menyempit. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian melalui bagian jalan yang masih tersisa.
Kerusakan diduga terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Solok Selatan selama tiga hari berturut-turut pada pertengahan September lalu. Debit Sungai Batang Bangko meningkat hingga menggerus tepi jalan di dekat jembatan.
Jalan ambles Solok Selatan akibat gerusan sungai
Kerusakan badan jalan di kawasan itu bukan kali pertama terjadi. Fondasi di sekitar lokasi juga pernah mengalami kerusakan akibat banjir pada tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat tepi jalan rentan mengalami kerusakan ketika debit Sungai Batang Bangko meningkat dan arus kembali menggerus badan jalan.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, pagar pembatas dipasang di sekitar bagian jalan yang ambles. Pembatas itu menjadi tanda peringatan bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Meski masih dapat dilalui, pengendara perlu bergantian menggunakan bagian jalan yang tersisa, terutama ketika kendaraan dari arah berlawanan bertemu di titik penyempitan.
Dinas PU sudah mengukur jalan yang rusak
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Pauh Duo, Pardianto Nono Irawadi, mengatakan pihak kecamatan sudah melaporkan kerusakan tersebut kepada dinas terkait.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok Selatan juga sudah melakukan pengukuran sebagai bagian dari perencanaan perbaikan jalan.
“Pihak kecamatan telah melaporkan kejadian jalan ambles ini kepada dinas terkait. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Solok Selatan juga telah melakukan pengukuran jalan dan merencanakan perbaikan terhadap bagian jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Pardianto.
Namun, waktu pelaksanaan perbaikan belum dapat dipastikan. Karena itu, akses kendaraan masih bergantung pada bagian jalan yang tersisa dan dapat dilalui.
Akses warga menunggu kepastian perbaikan
Kerusakan jalan tersebut menjadi perhatian karena akses itu menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat di kawasan Pauh Duo.
Badan jalan yang menyempit mengharuskan pengendara mengatur giliran melintas untuk mengurangi risiko kecelakaan. Kondisi ini juga menuntut kewaspadaan, terutama saat kendaraan berpapasan.
Pihak kecamatan berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar akses masyarakat kembali aman dan lancar. Penanganan juga diharapkan mencegah kerusakan semakin meluas serta mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.(mg9)
Editor : Hendra Efison