“Kita meresmikan Pojok Baca Digital yang merupakan program inovasi dan kreasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok,” ujar Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar.
Pojok ini juga berfungsi memfasilitasi minat baca jamaah Masjid Agung beserta masyarakat Kota Solok. Pocadi ini merupakan program yang memanfaatkan teknologi.
“Semoga masyarakat dapat menambah ilmunya dalam segala bidang. Tidak hanya buku yang ada disini, namun juga dapat mengakses buku yang ada di Perpustakaan Nasional,” tambahnya.
Untuk diketahui, sebagai penunjang aktivitas masyarakat, penerapan digitalisasi tidak hanya pada pelayanan publik dan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, pemko juga meningkatkan peran masjid, salah satunya melalui digitalisasi masjid.
Digitalisasi di masjid akan diarahkan untuk pengembangan ekonomi syariah maupun pendidikan bagi kaum muda. Karena itu dibutuhkan media digital untuk menarik interest dari kaum milenial.
Selain pencapaian digitalisasi di ruang pelayanan publik, Pemko Solok juga sedang mempersiapkan masjid-masjid untuk menjadi sarana pengembangan ekonomi syariah. Yang memakai teknologi digitalisasi agar masyarakat dapat mengakses, dan mendapatkan informasi yang lansung bisa diakses oleh masyarakat.
Kemudian, proses pencapaian program smartcity di Kota Solok sebagai bagian dari visi terwujudnya Kota Solok yang diberkahi, maju dan sejahtera melalui pengembangan sektor perdagangan dan jasa yang modern.
Tugas pemerintah sebagai fasilittor untuk men-support kebutuhan masyarakat, salah satunya menunjang proses digitalisasi untuk mempermudah aktifitas masyarakat.
Menurutnya, ada tantangan besar dalam memaksimalkan teknologi dalam pemerintahan, sebab sebagian besar pegawai justru sudah nyaman dengan cara lama. Menyikapi itu, pihaknya ingin melanjutkan program pelatihan penggunaan website dan aplikasi secara berkelanjutan.
Pembangunan dan pengembangan aplikasi umum ditujukan untuk memberikan layanan SPBE yang mendukung kegiatan pemerintahan di bidang perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa pemerintah, akuntabilitas kinerja, pemantauan dan evaluasi, kearsipan, kepegawaian dan pengaduan pelayanan publik.
“Keberlanjutan program smart city ini perlu diprioritaskan, agar tidak hanya menjadi formalitas semata. Apalagi sayang sekali rasanya jika kita terlambat dalam penerapan teknologi dalam pemerintahan,” pungkasnya. (frk) Editor : Novitri Selvia