Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pasar Murah di Solok dan Bukittinggi, Solusi Redam Inflasi dan Harga Pangan Tinggi

Rian Afdol • Rabu, 24 September 2025 | 10:26 WIB

Warga Kota Solok menyerbu pasar murah digelar di Kantor Lurah Nan Balimo, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok, Selasa (23/9).
Warga Kota Solok menyerbu pasar murah digelar di Kantor Lurah Nan Balimo, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok, Selasa (23/9).
PADEK.JAWAPOS.COM—Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Kantor Lurah Nan Balimo, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok dan Kantor Lurah Garegeh Kota Bukittinggi, Selasa (23/9).

Masyarakat Kota Solok menyambut antusias GPM dan Pasar Murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pangan, berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Perum Bulog di depan Kantor Lurah Nan Balimo, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok tersebut.

Warga gembira, karena bisa membeli berbagai bahan pangan seperti beras, telur, dan minyak kita dan beras, dengan harga lebih murah dibanding di pasar.

Pada pelaksanaan GPM di sini, beberapa komoditi pangan disediakan. Diantaranya beras SPHP Rp11.000/ kilogram, Gula Rosebrand Rp17.500/kg, Minyak Kita 1 liter Rp15.500, minyak Kita 2 liter Rp31.400, dan gula pasir Rp17.500 per kg dan telur ayam Rp 45 ribu per karton.

Alfi Mintra, salah seorang warga Nan Balimo Kota Solok mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia berharap agar makin banyak instansi yang menggelar pasar murah. Apalagi di tengah naiknya harga, pasar murah sungguh sebuah solusi meringankan biaya hidup.

“Kita rakyat biasa ini, selalu jadi korban kenaikan harga. Maka dari itu, tentu hanya pemerintahlah yang bisa mencarikan solusinya,” ujarnya.

Meski tak bisa membeli lebih banyak karena keterbatasan uang, ia bangga, setidaknya untuk hari itu ada sisa sedikit uang belanja. “Saya hanya beli minyak goreng 2 liter dan gula 1 kilogram, lumayan hemat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pangan Kota Solok, Ade Kurniati menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meredam tingginya harga dan sekaligus bisa menekan inflasi dan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah dan terjangkau di tengah situasi perekonomian yang makin menantang.

“Kami ingin memastikan, bahwa seluruh warga, terutama keluarga kurang mampu, tetap bisa menikmati bahan pangan berkualitas dengan harga yang bersahabat,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan pangan murah ini bukan hanya soal harga, tapi merupakan wujud nyata perhatian pemerintah, dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Ia berharap program ini menjadi model bagi daerah lain, dalam menghadapi tantangan kenaikan harga kebutuhan pokok. Dengan tersedianya stok yang cukup dan harga yang murah, Dinas Pangan memastikan gerakan pangan murah akan rutin digelar dan dikembangkan cakupannya.

“Ini menjadi angin segar bagi warga Kota Solok yang membutuhkan solusi pangan terjangkau, tanpa harus mengorbankan kualitas,” tutur Ade Kurniati.

Warga Minta Komoditas Beragam

Sementara itu, di Kota Bukittinggi, GPM diadakan di Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Selasa (23/9). Terlihat satu mobil boks Bulog bermuatan beras SPHP dan sejumlah pembeli.

Di pasar murah ini hanya menyediakan beras, gula dan minyak goreng. Beras SPHP 5 kilogram harga Rp 64.000, beras premium 10 kilogram Rp 154.000. Kemudian Minyak Kita botol ukuran satu liter Rp 18.000, Minyak Kita 1 liter Rp 15.500, gula Rosebrand 1 kilogram Rp 18.000.

Kegiatan yang diadakan Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan ini, melibatkan sejumlah stakeholder. Salah satunya Bulog yang menjadi penyedia bahan pokok yang dijual di titik lokasi GPM.

Humas Bulog Bukittinggi Bestara Alfi menyebutkan, dalam kegiatan GPM, Bulog memiliki stok bahan pokok yang cukup banyak. “Secara total, baik untuk beras, minyak dan gula, untuk satu titik GPM kita bisa membawa total 1,5 hingga 2 ton. Kemudian pembagiannya disesuaikan dengan kecenderungan permintaan masyarakat,” sebutnya.

Kalau permintaan masyarakat tinggi dan stok habis, pihaknya bisa langsung memenuhinya kembali dengan persediaan yang ada di gudang Bulog, yang tersebar di sejumlah titik di sekitaran Bukittinggi.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Bukittinggi, Romi Victa Rose menyebutkan, Bulog sendiri menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, mulai beras SPHP dan beras premium, minyak goreng dan gula.

“Bersama dengan Pemerintah Kota Bukittinggi, kita melakukan GPM setelah melihat adanya kenaikan harga beras. Untuk mengantisipasi inflasi dan mahalnya harga komoditi di pasaran sehingga sulit diakses oleh masyarakat maka dilakukanlah program ini,” sebutnya, Selasa (23/9).

Ia menambahkan, pemerintah sudah ada acuan terkait harga eceran tertinggi, beras medium ada di harga Rp 13.100 per kilogram sedangkan beras premium ada di harga Rp 15.400 per kilogram. “GPM ini hanya menyeimbangkan saja, jadi masyarakat masih tetap punya pilihan,” sebutnya.

Naura Yumna, 33, satu warga Bukittinggi berharap pasar murah juga digelar pada hari libur atau tidak pada jam-jam sibuk saat orang bekerja. Selain itu, promosi juga digencarkan dan jauh-jauh hari sehingga masyarakat punya waktu untuk belanja.

“Waktu operasional pasar murah biasanya terbatas dan pada jam-jam sibuk, sehingga tak semua orang bisa datang ke kegiatan seperti itu,” sebutnya.

Kemudian, terkait komoditas ia menilai idealnya juga menyediakan komoditas yang beragam seperti cabai, telur dan berbagai jenis beras. “Jadi masyarakat punya banyak pilihan dan cukup untuk datang ke satu lokasi untuk berbelanja seluruh kebutuhan pokok,” harapnya. (rna/wel)

Editor : Adetio Purtama
#pasar murah #solok #inflasi #bukittinggi #Harga Pangan