Sebanyak 29 peserta, terdiri atas 20 santri perempuan dan 9 santri laki-laki, mengikuti rangkaian pawai dan prosesi khatam.
Kegiatan diawali pawai dari Lapangan Merdeka menuju Masjid Istiqomah yang dilepas langsung oleh Suryadi.
Prosesi khatam dilaksanakan di halaman masjid dan diikuti jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, serta orang tua santri.
Dalam sambutannya, Suryadi meminta tradisi khatam tetap dijaga sebagai bagian pembinaan generasi muda.
“Semangat mengkhatamkan Alqur’an jangan sampai hilang. Setelah khatam, anak-anak harus terus belajar Alqur’an,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mencegah kenakalan remaja.
“Kota Solok meski kecil, pintu masuknya terbuka. Karena itu, pintu rumah tangga harus kita kawal,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Solok, melalui Romi Indra Utama, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menyebut DPRD bersama Pemko Solok telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk guru MDA se-Kota Solok.
Romi berharap santri dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama belajar di MDTA.
“Semoga anak-anak semakin mencintai dan memahami Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba musabaqah dan makan siang bersama seluruh peserta dan tamu undangan.(cr8)
Editor : Hendra Efison