Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementerian Kebudayaan dan Komunitas Gajah Maharam Photography Lakukan Aksi Bersih Surau Latiah Pascabanjir di Kota Solok

Dila Kartika Sari • Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05 WIB

Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Komunitas Gajah Maharam Photography melaksanakan aksi bersih di objek diduga cagar budaya Surau Latiah, Kelurahan KTK, Kecamatan Lubuksikarah, Kota Solok.
Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Komunitas Gajah Maharam Photography melaksanakan aksi bersih di objek diduga cagar budaya Surau Latiah, Kelurahan KTK, Kecamatan Lubuksikarah, Kota Solok.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebagai bentuk komitmen melestarikan cagar budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Komunitas Gajah Maharam Photography melaksanakan aksi bersih di objek diduga cagar budaya Surau Latiah, Kelurahan KTK, Kecamatan Lubuksikarah, Kota Solok, Selasa (27/1/2025).

Aksi bersih tersebut dilakukan untuk membersihkan bangunan surau dari lumpur, kotoran, dan sampah yang menumpuk akibat banjir yang melanda Kota Solok beberapa waktu lalu. Selain memulihkan kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga keindahan serta keaslian bangunan bersejarah tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggap bencana Kementerian Kebudayaan dalam upaya pelindungan dan pelestarian objek diduga cagar budaya yang terdampak bencana alam.

Aksi tersebut melibatkan tenaga pendamping dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Solok, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solok, Taruna Siaga Bencana (Tagana), BPBD Kota Solok, serta masyarakat sekitar.

Koordinator aksi dari Komunitas Gajah Maharam Photography, Mellya Fitri, mengatakan Surau Latiah memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan Islam di Kota Solok. Ia menyebutkan, banjir yang terjadi meninggalkan lumpur dan sampah di area surau yang berpotensi merusak keaslian bangunan jika tidak segera ditangani.

“Surau Latiah merupakan salah satu objek cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pascabanjir, banyak lumpur dan sampah yang menempel di area bangunan, sehingga perlu segera dibersihkan agar tidak merusak keindahan dan keasliannya,” ujarnya.

Mellya menambahkan, Komunitas Gajah Maharam Photography yang bergerak di bidang pelestarian budaya ingin menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga warisan budaya di Kota Solok. Melalui kegiatan ini, pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut peduli dan berperan aktif dalam menjaga cagar budaya.

Sementara itu, tenaga pendamping dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, yakni Sefiani Rozalina, Mutiara Al Husna, dan Wilyanif, menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan hadir langsung di wilayah terdampak banjir untuk memastikan proses pelindungan dan pemulihan objek diduga cagar budaya berjalan dengan baik.

“Pemulihan ini dilakukan melalui kolaborasi bersama berbagai pihak agar upaya pelestarian dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Wilyanif.

Kementerian Kebudayaan berharap proses pemulihan objek diduga cagar budaya di daerah terdampak bencana dapat dilakukan secara berkelanjutan, tepat sasaran, tepat waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku budaya.

Lebih lanjut, Wilyanif menjelaskan bahwa Bantuan Fasilitasi Kebudayaan Darurat Bencana merupakan program pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan yang bertujuan membantu penyelamatan, pengamanan, dan perbaikan cagar budaya atau objek diduga cagar budaya yang terdampak bencana alam.

“Bentuk penyelamatan darurat bisa berupa pembersihan, perbaikan fisik, hingga restorasi pascabencana,” jelasnya.

Terkait kondisi Surau Latiah saat ini, Wilyanif menyebutkan beberapa tiang surau sudah mulai rapuh akibat usia bangunan, sementara lantai papan di beberapa bagian dinilai tidak lagi layak pakai.

Untuk mencegah kelembaban berkepanjangan, diperlukan sistem drainase di sekitar surau agar air tidak menggenangi area bangunan cagar budaya tersebut. (cr8)

Editor : Adetio Purtama
#Aksi Bersih #Komunitas Gajah Maharam Photography #Pascabanjir #Kementerian Kebudayaan #kota solok #Surau Latiah