Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Solok Desmon, Asisten III Zulfadrim, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok Ade Kurniati, Kepala Dinas PUPR Afrizal, Kepala Dinas Kominfo Nurzal Gustim, serta Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Zulferi.
Kegiatan dipimpin melalui Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Herneti Saher, SH, MM. GPM dimulai pukul 09.00 WIB dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Bahkan, dalam waktu setengah jam, beras dan telur yang disediakan langsung habis terjual.
“Namun kami langsung menambah stok agar masyarakat Kota Solok tetap mendapatkan pembagian yang merata,” ujar Herneti Saher.
Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi
Herneti menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga wajar, terutama di tengah fluktuasi harga pasar.
Dalam pelaksanaannya, Pemko Solok menggandeng berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, guna menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras SPHP dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp60.000 per 5 kilogram. Selain itu, Beras Anak Daro dijual Rp170.000 per 10 kilogram dan Rp85.000 per 5 kilogram.
Komoditas lain yang tersedia antara lain gula pasir Rp17.000 per kilogram, Minyak Kita Rp15.500 per liter, Minyak Befood Rp20.000 per liter, serta telur Rp55.000 per papan.
Untuk komoditas hortikultura, cabai dijual Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp33.000 per kilogram, tomat Rp18.000 per kilogram, dan kentang merah Rp18.000 per kilogram.
“Untuk beras SPHP, kami jual di bawah HET agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok meskipun harga di pasar sedang naik,” jelasnya.
Imbauan Jelang Ramadhan
Melalui Zoom Meeting nasional, Menteri Pangan RI juga menyampaikan pesan agar harga sembako tidak mengalami lonjakan yang signifikan dan tetap sesuai standar kementerian, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur menjadi perhatian utama agar tidak membebani masyarakat.
Pemerintah Kota Solok mengajak masyarakat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah untuk berbelanja hemat sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. (cr8)
Editor : Adetio Purtama