Program ini untuk mengoptimalkan fungsi ruang terbuka publik agar tidak hanya menjadi area hijau, tetapi juga pusat aktivitas membaca, seni, dan interaksi sosial masyarakat.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra mengatakan penataan ini diharapkan rampung tahun ini. Taman ini nantinya bukan cuma tempat hijau, tapi juga pusat kegiatan membaca, seni, dan budaya masyarakat.
”Insya Allah tahun ini kita ubah Taman Syech Kukut jadi taman literasi dan budaya. Kita mau taman ini hidup, ada kegiatan, ada pembinaan, dan jadi pusat kesenian,” katanya.
Selain itu, ke depannya, taman ini akan diisi dengan berbagai acara rutin, terutama di malam Sabtu dan Minggu. Acaranya termasuk pertunjukan seni budaya seperti silek dan randai, olahraga, serta iven budaya lainnya. Ini diharapkan bisa bikin lebih banyak orang datang ke Kota Solok dan bantu ekonomi kota.
Contohnya, iven Rang Solok Baralek Gadang tahun lalu. Mereka ubah konsepnya, digelar di sawah dan pusat kota termasuk Taman Syech Kukut. Hasilnya, animo masyarakat luar biasa, diperkirakan ratusan ribu orang datang.
Dengan fasilitas kota yang sekarang makin lengkap, Taman Syech Kukut diharapkan jadi salah satu tempat utama bagi masyarakat dan wisatawan. ”Kita nggak mau orang datang ke Kota Solok cuma lewat. Dengan pusat literasi dan budaya, taman ini bisa jadi tujuan, tempat berkumpul, dan ruang ekspresi masyarakat,” tambahnya.
Jadi, revitalisasi Taman Syech Kukut ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Solok untuk membuat ruang publik yang aktif, mendidik, dan bermanfaat bagi semua orang. (*)
Editor : Eri Mardinal