Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kapolres Solok Kota AKP Mas’ud Ahmad serta instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Perdagangan, untuk memantau aktivitas perdagangan dan pengaturan parkir.
“Kita ingin memastikan tempat pelayanan publik kita aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang, termasuk pengaturan tempat parkir di Pasar Raya Solok dan Pasar Pabukoan,” ujar Ramadhani.
Pasar Pabukoan Ramadan merupakan pasar musiman yang digelar setiap tahun selama bulan puasa dan menjadi pusat tradisi mencari takjil bagi warga Kota Solok menjelang waktu berbuka.
Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas jual beli berlangsung ramai dan teratur, dengan interaksi antara pedagang dan pembeli berjalan lancar sejak sore hari.
“Alhamdulillah, kami sudah berinteraksi dengan warga dan pedagang. Banyak warga yang datang, sehingga pedagang merasa senang karena penjualan cukup ramai,” katanya.
Ramadhani juga menegaskan pentingnya keamanan pangan, dan memastikan jajanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya, dengan rencana turun bersama Balai POM Sumatera Barat pada awal Ramadan.
“Besok kami akan turun bersama Balai POM Sumatera Barat. Setiap awal Ramadan, kita pastikan jajanan Pabukoan sehat dan aman,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan pedagang agar menjaga ketertiban serta tidak mengganggu aktivitas umum, sekaligus menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.
Pada Jumat (20/02/2026), tepat dua hari Ramadan berjalan, sejak pukul 16.00 WIB ratusan warga mulai memadati lokasi untuk mencari menu berbuka puasa, dan jumlah pengunjung terus meningkat satu jam menjelang azan Magrib.
Meski ramai, suasana pasar tetap terkendali dan tidak terlalu padat, walau arus lalu lintas di sekitar Jalan Cengkeh sempat mengalami kepadatan.
Beragam makanan khas Minangkabau tersedia, seperti cendol durian, serabi, onde-onde, kampiun, lotek, rumput laut, paragede, pisang kapik, serta aneka lauk berbuka.
Selain itu, jajanan kekinian seperti gorengan, dimsum, jasuke, takoyaki, hingga corn dog turut diminati, dan beberapa jenis makanan dilaporkan cepat habis terjual dalam hitungan jam.
Salah seorang pengunjung, Mandra, datang bersama anaknya untuk berjalan-jalan sambil membeli takjil.
“Hari ini saya ajak anak jalan-jalan cari corn dog, lalu beli mi goreng dan es teh,” katanya, seraya menyebut pical lontong sebagai menu favoritnya setiap Ramadan.
Ia menambahkan makanan berat telah tersedia di rumah, sehingga kunjungannya ke pasar musiman tersebut hanya untuk membeli takjil.
Ramainya pengunjung pada hari pertama hingga hari kedua Ramadan menunjukkan Pasar Pabukoan tetap menjadi ruang interaksi sosial sekaligus pusat perputaran ekonomi masyarakat menjelang berbuka puasa.(*)
Editor : Hendra Efison