PADEK.JAWAPOS.COM–Pemerintah Kota Solok melakukan pemantauan dan penilaian terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Solok. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 April 2026, sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas layanan gizi masyarakat tetap terjaga.
Pemantauan dilakukan berdasarkan Surat Tugas Nomor B/800.1.11.1/35/Dispertapang-2026, dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tim tersebut dibagi menjadi tiga kelompok yang turun langsung ke sejumlah titik layanan SPPG.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran inspeksi di antaranya SPPG KTK 2 (bekas Labkesda), SPPG KTK 1 Simpang Aro, SPPG Simpang Rumbio, SPPG PPA 2, SPPG VI Suku 1 dan 2, SPPG Tanah Garam 1 dan 2, serta SPPG Kampung Jawa, Nan Balimo, dan Laing.
Baca Juga: Mendikdasmen Resmikan 7 Ruang Kelas Darurat di Padangpariaman, Anggaran Rp1,3 Miliar
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satuan Tugas Monitoring dan Evaluasi MBG, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan program berjalan dengan baik.
“Secara keseluruhan, program MBG telah berjalan lancar, tetapi masih ada beberapa catatan penting yang harus segera dibenahi, terutama terkait pengelolaan, kebersihan, serta fasilitas pendukung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis merupakan bagian dari inisiatif nasional yang harus dijalankan sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Karena itu, seluruh pengelola SPPG diminta meningkatkan kedisiplinan dalam pelaksanaan program.
Baca Juga: Produksi Pertanian Naik 13 Persen, Ini Strategi Irigasi Perpompaan ala Mentan Amran
“Semua SPPG diimbau menyelenggarakan program ini dengan disiplin, terukur, dan mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan, salah satu aspek yang menjadi perhatian khusus adalah pengelolaan limbah cair. Menurut Ade, pengelolaan limbah harus dilakukan secara optimal agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.
“Pengelolaan air limbah harus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan OPD terkait, sehingga sesuai dengan aturan lingkungan hidup,” jelasnya.
Baca Juga: Investasi Kuliner Terus Tumbuh, Takana Nasi Padang Resto Resmi Dibuka
Seluruh temuan selama pemantauan akan dirangkum dalam laporan resmi yang nantinya diserahkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi dan perbaikan program secara berkelanjutan.
Selain itu, Tim Satgas juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan rutin, termasuk inspeksi mendadak, guna memastikan setiap rekomendasi perbaikan dapat dijalankan secara konsisten di lapangan.
“Kami akan rutin melakukan pemantauan agar kualitas layanan terus meningkat dan perbaikan bisa berjalan berkesinambungan,” tambahnya.
Lebih jauh, Ade menilai bahwa Program MBG tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi indikator kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan program nasional.
“Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda nasional. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama agar pelaksanaannya efektif, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Solok optimistis, melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kualitas layanan di seluruh SPPG akan semakin meningkat. Dengan demikian, Program Makanan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya di Kota Solok. (cr8)
Editor : Adetio Purtama