Kabar itu dibenarkan oleh Kabag Human Protokol Padangpariaman, Anton Wira Tanjung. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Ramli dilaporkan mengalami demam pada Senin (7/9) malam. Sehingga, ia dibawa berobat ke RSUD Pariaman.
”Pas di RSUD Pariaman, almarhum mengikuti tes swab. Paginya (kemarin pagi, red), hasil tes swab dan beliau dinyatakan positif terpapar Covid-19,” ujar Anton yang juga anggota Juru Bicara Penanganan Covid-19 Padangpariaman.
Malangnya, imbuh Anton, Ramli tidak bisa bertahan dari serangan virus tersebut. Sehingga, ia dilaporkan meninggal Selasa (8/9) sekitar pukul 15.40. ”Untuk pemakamannya pihak RSUD Pariaman yang dapat menjelaskan,” pungkas Anton.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai mengatakan, penanganan jenazah Ramli dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Namun, seluruh prosedur dijalankan pihak RSUD Pariaman. ”Kita juga mengirim petugas ke lokasi pemakaman untuk koordinasi dengan pihak keluarga, serta guna mengendalikan situasi di lapangan,” ujar Yutiardi via telepon pribadinya.
Sementera itu, Ketua DPRD Padangpariaman, Arwinsyah mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut dirinya sudah menginstruksikan agar dilakukan tes swab massal di DPRD Padangpariaman. ”Kita pasti ikut tes swab semua. Sekarang sedang tracking yang kontak langsung dengan almarhum,” ungkapnya.
Arwinsyah turut mengatakan bahwa dirinya terakhir kontak atau bertemu dengan Ramli, sekitar dua minggu lalu. Tepatnya ketika Partai Gerindra mengadakan kegiatan di salah satu hotel di Kota Bukittinggi. ”Itu terakhir saya kontak dengan beliau. Setelah itu, kami belum pernah bertemu,” ujar pimpinan DPRD dari Fraksi Gerindra tersebut.
Menyangkut pendaftaran bakal calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Padangpariaman yang diusung Gerindra, katanya Ramli tidak ikut mendampingi pasangan bakal cabup dan cawabup ketika mendaftar, Minggu (6/9) itu. ”Tidak, almarhum tidak hadir saat itu,” tukas Arwinsyah.
Ada Penyakit Penyerta
Sementara itu, Direktur RSUD Pariaman Indria Velutina membenarkan bahwa anggota DPRD Padangpariaman, Ramli, terkonfirmasi positif Covid-19. Almarhum juga memiliki penyakit penyerta lainnya, tidak hanya Covid-19.
”Benar, almarhum dirawat mulai dari Senin (7/9) malam masuk dari IGD dan dilakukan pengambilan swab. Ternyata, Selasa (8/9) hasil swab keluar almarhum dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya saat dihubungi Padang Ekspres, kemarin.
Almarhum, sebut Indria Velutina, memiliki riwayat penyakit lain atau biasa disebut komorbid. Sesuai protokol Covid-19, maka penyelenggaraan jenazah almarhum sesuai protokol kesehatan. ”Saat akan pemakaman, saya dapat informasi dari dokter bahwa keluarga menolak. Hingga saat ini, tim medis masih menjelaskan kepada keluarga. Pastinya bagaimana, saya belum dapat informasi,” ujarnya.
Indria menyebut, hingga saat ini total pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Pariaman 14 orang dan meninggal 1 orang yaitu, anggota DPRD Padangpariaman Ramli.
Kadis dan Istri Positif Covid 19
Di Tanahdatar, seorang kepala dinas dan Kabag di Setkab, serta dua orang staf di lingkungan Pemkab Tanahdatar dinyatakan positif terpapar Covid 19, kemarin Selasa (8/9). Informasi yang dihimpun, kadis tersebut dinyatakan bersama sang istri yang baru pulang mengunjungi buah hatinya ke provinsi tetangga. Tim gugus tugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di kantor Bupati Tanahdatar.
Secara umum, berdasarkan pemeriksaan sampel yang dilakukan Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Padang pada Selasa, Tanahdatar diinformasikan sebanyak 8 orang sembuh dari Covid-19 dan 7 orang positif terpapar Covid 19.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2P) Dinkes Tanahdatar Roza Mardiah mengatakan, sejak kluster Puskesmas Limakaum I muncul awal Agustus 2020 lalu, Dinkes Tanahdatar beserta seluruh jajaran sampai Senin kemarin sudah melakukan tes swab sebanyak 2.726 sampel, dan hasil yang sudah keluar sebanyak 2.372 sampel, sementara 354 sampel lagi masih menunggu hasil.
”Untuk Selasa ini, Tanahdatar kembali bertambah 7 orang positif Covid-19 sehingga secara total sudah mencapai 123 kasus. Selain itu, juga ada delapan orang sudah sembuh berdasarkan dua kali pemeriksaan dengan hasil negatif,” sampai Roza.
Terkait penambahan itu, Roza mengatakan, tracing dan testing terhadap yang kontak erat akan dilakukan untuk memutus mata rantai penyebarannya. Roza juga tidak bosan-bosan mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir dan jaga jarak.
”Sebagai manusia beragama dan yakin kepada Allah, mari kita berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT agar pandemi ini segera berakhir, doa ini juga diiringi dengan upaya maksimal menjaga diri dan melindungi sesama,” sampainya. (apg/nia/stg) Editor : Novitri Selvia