Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang intens menggelar diskusi untuk mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Sumbar, bertemu Wali Kota Padang yang juga Gubernur Sumbar terpilih, Mahyeldi Ansharullah, Senin (22/2/2021).
Pengurus dan anggota JPS mengundang Mahyeldi untuk membuka sekaligus menjadi keynote speaker diskusi bertema "Membangun Konektivitas Ekonomi Sumbar Lewat Jalan Tol" yang akan berlangsung pada Kamis (25/2/2021) pagi di Hotel Grand Zuri, Kota Padang.
Selain Mahyeldi, dalam diskusi itu nantinya hadir pembicara lainnya yang akan tampil, yakni Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas, Bupati terpilih Padangpariaman Suhatril Bur, Ketua Dewan Pertimbangan Organda Sumbar Sengaja Budi Syukur.
Kemudian, Kapro PT Hutama Karya Indonesia (HKI) Devi Adrian, Akademisi Prof Weri Darta Taifur dan Dr Asrinaldi. Diskusi akan dipandu Akademisi Unand, Ilham Adelano Azre sebagai moderator.
Koordinator JPS Heri Sugiarto dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa diskusi ini masih dalam upaya mendorong percepatan pembangunan tol Sumbar-Riau yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan oleh PT. Hutama Karya Indonesia.
"Diskusi ini tidak hanya mendorong bagaimana proyek strategis nasional ini proses pembangunannya bisa cepat selesai. Namun, juga akan memberikan gambaran dampak ekonomi dari adanya pembangunan tol ini terhadap masyarakat dan perekonomian daerah, termasuk bagi sektor pariwisata yang menjadi atensi JPS," jelas Heri.
Oleh karena itu, kata Heri, penting sekali kehadiran Gubernur Sumbar terpilih dalam diskusi ini karena nantinya akan mengawal tuntasnya pembangunan jalan tol ini.
"Gubernur terpilih, Pak Mahyeldi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah setelah dilantik nantinya, tentu sangat berperan penting dalam mendorong percepatan pembangunan jalan ini," kata Heri.
Merespons itu, Mahyeldi menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam diskusi JPS tersebut. Apalagi tol ini proyek strategis nasional yang harus dituntaskan.
Untuk proses pembebasan lahan, menurutnya perlu sosialisasi lebih masif lagi ke masyarakat pemilik lahan sehingga ada kejelasan terkait ganti untung. Begitu pula dampak bagi warga sekitar dan bagi perekonomian daerah ketika tol selesai dibangun.
"Insya Allah, jika saya tidak ada kegiatan bersama Presiden atau bersama Pak Pj Gubernur, saya akan hadir (diskusi JPS). Tol ini proyek strategis nasional yang harus selesai karena dananya ada. Maka, perlu dilakukan komunikasi, pendekatan persuasif dan sosialisasi kepada masyarakat. Jika akses jalan warga tertutup, kita bikinkan jalannya. Begitu juga untuk warga berusaha, kita fasilitasi di rest area," jelas Mahyeldi.
Sementara itu Ketua Panitia Diskusi Almudazir mengatakan, diskusi akan dihadiri para pimpinan media dan pemimpin redaksi media cetak, online dan elektronik di Sumbar.
"Tol Padang-Pekanbaru atau Sumbar-Riau ini proyek strategis nasional yang menjadi atensi Presiden Joko Widodo. Peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden pada momentum Hari Pers Nasional di Sumbar. JPS memandang ini harus menjadi kerja strategis media pula untuk mengawalnya agar cepat selesai. Apalagi ini akan berdampak terhadap ekonomi Sumbar," ujarnya.
Adrian Tuswandi dari Tribun Sumbar menyebutkan bahwa tol ini bagian dari tugas Gubernur Sumbar terpilih untuk menyelesaikannya karena masuk sebagai salah satu proyek strategis nasional.
"Selain percepatan tol ini, kami dari JPS juga siap memback-up program-program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah ini ketika Pak Mahyeldi resmi dilantik menjadi gubernur nantinya," kata salah seorang wartawan utama JPS itu.(rel)
Editor : padek