Ini bisa dibuktikan dengan bagusnya pencapaian ratio kredit bermasalah dan ratio biaya. Kombinasi Growt asset dan kualitas asset inilah mambuat laba bersih usaha dapat dipertahankan.
“Alhamdulillah secara kinerja kita di PT BPR LPN Panampung masih bertumbuh. Total asset tercapai sebanyak Rp 48,87 Miliar, realisasi kredit sebesar Rp 18,5 Miliar dan Dana Pihak ketiga sebanyak Rp 35,65 Miliar. Sementara itu dari sisi kualitas asset secara year on year tahun 2021 lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ratio Non Perfomance Loan hanya 2,41 persen dan ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional tercapai 83,78 persen dengan laba bersih usaha sebesar Rp 716 Juta,” ujar Direktur Utama PT BPR LPN Panampung, Yandrizon.
Menurut Yandrizon, secara kinerja ditahun 2021 manajemen lebih menitik beratkan pada pertumbuhan usaha sebagai upaya menjaga sustainable dan melakukan pengendalian biaya. Pasalnya, belum pulihnya ekonomi ditahun 2021 diyakini akan menyulitkan lembaga keuangan dalam mendistribusikan kredit. Alhamdulilah rencana itu berjalan baik, asset meningkatkan dan realisasi biaya cendrung menurun secara year on year.
Asset, Dana dan Biaya
Secara kinerja usaha, selama tahun 2021 PT BPR LPN Panampuang masih bertumbuh. Hingga 31 Desember 2021 tercatat total asset sebanyak Rp 43,87 Miliar. Realiasi asset ini bertumbuh sebesar 7,80 persen secara year on year.
Merangkak naiknya realisasi asset memang lebih dikontribusi oleh Dana Pihak Ketiga. Total dana pihak etiga yang berhasil dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 35,65 Miliar atau tumbuh 10,30 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama berkontribusi menghasilkan pertumbuhan usaha. Total dana tabungan yang mampu dihimpun hingga 31 Desember 2021 tercatat sebanyak Rp 32,73 Miliar. Realisasi dana tabungan ini juga bertumbuh 7,38 persen secara year on year. Begitu juga dengan dana deposito. Selama tahun 2021 tercatat dana deposito terhimpun sebanyak Rp 2,92 Miliar atau tumbuh 58,70 persen secara year on year.
Walau Dana Pihak Ketiga bertumbuh namun dari sisi beban bunga justru sebaliknya. Selama tahun 2021 tercatat total beban bunga kontraktual yang harus dibayarkan PT BPR LPN Panampung sebanyak Rp 627 Juta.
Realisasi beban bunga ini menurun sebesar 18,36 persen secara year on year. Begitu juga dengan beban operasional. Sepanjang tahun 2021 tercatat total beban operasional yang musti dipikul sebanyak Rp 3,44 Miliar. Realisasi beban operasional ini juga menurun sebesar 4,71 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Sesuai dengan prediksi manajemen PT BPR LPN Panampung, tak kunjung membaiknya ekonomi membuat BPR LPN Panampung tak bisa maksimal dalam mendistribusikan kredit. Hingga 31 Desember 2021 tercatat total kredit yang berhasil disalurkan sebanyak Rp 18,5 Miliar.
Sementara itu pendapatan yang mampu dibukukan sepanjang tahun 2021 terlihat relative konstan. Pendapatan bunga kontraktual tercatat sebanyak Rp 3,95 Miliar dan pendapatan lainnya sebanyak Rp 149 juta. “Secara akumulasi total pendapatan yang mampu dibukukan sampai akhir tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 4,10 Miliar”, ujar Yandrizon.
NPL dan BOPO
Sama dengan tahun tahun sebelumnya, kualitas asset terkhususnya kualitas kredit pada PT BPR LPN Panampung terbilang bagus. Tahun ini catatan baik itu kembali bisa dipertahankan. Buktinya rasio kredit bermasalah atau Non Perfomance Loan (NPL) berhasil diturunkan menjadi 2,41 persen dari total kredit sebanyak Rp 18,5 Miliar.
Sementara dari sisi biaya ini jauh lebih baik lagi. Dominannya sumber dana dari produk tabungan membuat cost of fund jauh lebih ringan. Selain beban bunga, beban operasinalpun mampu ditekan agar bisa jauh lebih efisien dan efektif.
Ini bisa dibuktikan dengan bagusnya pencapaian ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO). Hingga akhir Desember 2021 tercatat realisasi ratio BOPO diangka 83,78 persen. Realisasi BOPO ini merupakan capaian terbaik dalam lima tahun terakhir.
“Dari sisi intermediasi kita ditahun buku 2021 memang belum bisa maksimal. Kita mengalami surplus likuiditas sepanjang tahun 2021. Memacu dan melakukan ekspansi kredit menjadi target utama yang harus kita lakukan ditahun 2022 ini sambil terus mempertahankan pertumbuhan asset”, ujar Yandrizon.
PT BPR LPN Panampung merupakan salah satu BPR yang beroperasional diwilayah Kabupaten Agam dengan kantor pusat di Kanagarian Panampuang Kecamatan Ampek Angkek .
Dalam menjalankan operasional usaha, BPR LPN Panampuang memiliki beberapa catatan menarik yang dapat menjadi rujukan bagi lembaga keuangan lainnya, terutama dibidang treasury. Selama 10 tahun belakangan BPR ini berhasil memaksimalkan dana tabungan sebagai sumber dana utama. Ini pulalah yang membuat BPR relative efisien dan efektif dari sisi biaya.
“Alhamdulilah, tahun 2021 sudah berhasil kita lewati dengan baik. Apapun hasilnya kita tetap dan patut bersyukur. Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, semoga saja ditahun 2022 ini PT BPR LPN Panampung bisa jauh lebih baik lagi”, tukas Yandrizon.(two) Editor : Hendra Efison