Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Libur Lebaran Nyaman, BPPD: Wisatawan & Pelaku Usaha Ikut Tanggung Jawab

padek • Minggu, 24 April 2022 | 05:59 WIB
Photo
Photo
Dari sekitar 1,8 juta perantau yang mudik pada Lebaran tahun ini, diperkirakan 54 persen lewat darat sehingga bakal membeludak. Apalagi bagi perantau yang sudah dua tahun tidak mudik karena pandemi.

Jumlah perantau yang pulang kampung ini termasuk kategori tinggi dan memiliki ekspektasi yang juga sangat tinggi. Belum lagi banyaknya wisatawan yang akan mengisi libur lebarannya ke Sumbar. Maka, dibutuhkan persiapan yang membuat nyaman ketika di Sumbar.

Potensi ini merupakan market (pasar)  sangat besar bagi sektor pariwisata. Jika dikelola dengan baik akan berimbas pada pergerakan ekonomi di daerah.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar Sari Lenggogeni dalam sesi pertama diskusi bertema "Mudik Nyaman dan Sembako Stabil jelang Lebaran" dan buka bersama Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di Hotel Mercure Padang, Sabtu (23/4/2022).

Untuk itu, kata Sari, Pemprov Sumbar sudah rapat koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk pelaku pariwisata bisa melakukan berbagai persiapan dan antisipasi agar para perantau yang mudik dan wisatawan yang berlibur lebaran merasa nyaman dan aman.

Menurut Sari, Rakor Pemprov Sumbar tersebut juga menekankan pada bagaimana kesiapan semua pihak terkait dalam menjaga kebersihan, mengantisipasi parkir liar dan premanisme hingga kemacetan ke kampung halaman dan destinasi wisata.

"Persiapan yang mesti terimplementasi di lapangan itu sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi komplain, lalu viral di media sosial dan berimbas pada citra pariwisata Sumbar," jelas Sari yang juga Direktur Tourism Development Center Universitas Andalas ini.

Saat ini pegiat pariwisata, TPP Desa Wisata dan BPPD tengah bekerja sama bagaimana perantau dan wisatawan merasa nyaman. Misalnya menyiapkan paket wisata dan atraksi wisata bagi orang yang berkunjung saat libur lebaran nanti.

"Kita dorong wisatawan berkunjung ke destinasi baru. Agar bisa mengurangi penumpukan di satu titik destinasi, mengurangi kemacetan dan menjaga kebersihan. Kemudian, kita berharap para pengunjung belanja ke UMKM. Buang uangnya untuk usaha yang terpuruk ekonominya di nagari dan desa," tambahnya.


Selain itu, menyiapkan hotline di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Sehingga kalau ada komplain atau keluhan bisa disampaikan ke hotline yang juga sudah pernah digagas beberapa tahun lalu itu.


"Jadi, kalau anda puas, sampaikan ke teman, kalau tidak puas sampaikan ke hotline tersebut sehingga bisa cepat direspons pihak terkait," imbuhnya seraya menambahkan bahwa kontak hotline itu segera disosialisasikan sehingga cepat diketahui perantau dan wisatawan.


Di samping itu, lanjut Sari, perlu juga didorong secara bersama perilaku pariwisata yang bertanggung jawab. "Misalnya, pengunjung atau wisatawan jangan seenaknya buang sampah sembarangan dari mobil ke jalan dan di objek wisata. Jadi, soal kebersihan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Wisatawan juga harus bertanggung jawab menjaga kebersihan," imbaunya.


Begitu pula dengan para pelaku usaha. Dirinya berharap agar membuatkan daftar harga sehingga tidak memberikan kesan berbelanja kuliner dan suvenir mahal pada wisatawan."Menjaga protokol kesehatan, kebersihan dan bagaimana melayani pengunjung dengan ramah juga perlu jadi perhatian bersama para pelaku usaha dan pelaku pariwisata," tambah dosen Universitas Andalas ini.(esg)

Editor : padek
#Jaringan Pemred Sumbar #Ketua BPPD Sumbar #Sari Lenggogeni #Diskusi dan Buka Bersama