Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

DKP Sumbar Terus Kurangi Jumlah KJA di Danau Maninjau

Hendra Efison • Selasa, 27 Desember 2022 | 11:04 WIB
Photo
Photo
Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar terus mendorong pengurangan jumlah keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau Kabupaten Agam melalui program Mata Pencarian Alternatif (MPA). Kemarin, bantuan MPA berupa 33 unit perahu fiberglass, 33 unit mesin longtail 8,3 PK dan 33 unit Gillnet tersebut diserahkan kepada pemilik KJA yang bersedia mengurangi jumlah KJA-nya.

Penyerahan bantuan MPA itu dilakukan Gubernur Sumbar Mahyeldi didampingi Bupati Agam Andri Warman dan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Resi Suriati di Jorong Galapuang, Nagari Tanjungsani, Kecamatan Tanjung Raya.

“Program MPA ini bertujuan untuk mengalihkan kegiatan masyarakat yang berada di salingka danau melalui usaha penangkapan ikan. Dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, tentunya akan dapat menjaga kelestarian ikan dan lingkungan salingka danau,” kata Gubernur Mahyeldi, saat memberikan sambutan.

Sama-sama diketahui, empat kali setahun terjadi ikan keramba mati di salingka danau ini. Salah satu penyebabnya tumpukan sisa pakan di dasar danau dan sewaktu-waktu terjadi upwelling dikenal tubo belerang. Dampaknya, terjadi kematian massal di KJA. “Hingga Desember 2022, tercatat sebanyak 23.359 petak KJA. Sementara daya dukung hanya 6.000 petak KJA saja,” sebut Mahyeldi.

Salah satu upaya mengendalikan tersebut, sebut Mahyeldi, melalui bantuan mata pencarian alternatif. “Dari laporan Dinas Kelautan dan Perikanan, baru 33 pemilik KJA yang bersedia mengurangi KJA-nya dengan total KJA yang telah dibongkar 88 petak,” ucapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada pemilik KJA yang telah dengan ikhlas dan sukarela mengurangi KJA-nya. Ini konsekuensi bagi penerima bantuan sehingga mata pencarian alternatif bagi pembudidaya melalui usaha penangkapan ikan dapat terlaksana.

“Kami juga mengapresiasi kepada kelompok yang telah memanfaatkan tanaman enceng gondok untuk industri kreatif. Ini juga salah satu upaya sekaligus sumbangsih untuk menjaga kelestarian danau Maninjau,” harapnya.

Bupati Agam, Andri Warman mengatakan peristiwa kematian ikan secara massal tentunya merugikan masyarakat di salingka danau. “Harapan kami dengan adanya program mata pencarian alternatif yang tidak fokus ke keramba. Akan tetapi melalui penangkapan ikan ini dapat menjaga kelestarian lingkungan salingka danau,” harapnya.

Ia mengatakan Pemkab Agam bersama Pemprov Sumbar dan pemerintah pusat pada prinsipnya akan melakukan revitalisasi keramba jala apung yang ada di danau Maninjau ini. “Mudah-mudahan ini bisa terwujud,” tutur Andri Warman.

Niat dari Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam melalui program mata pencarian alternatif ini, sebut Andri Warman, untuk merapikan KJA di salingka danau. Bukan untuk menghilangkan mata pencarian masyarakat. “Di samping menjadikan danau Maninjau ini sebagai tujuan wisata. Ini seiring telah dicanangkannya Visit Beautiful West Sumatera 2023,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Resi Suriati mengatakan mata pencarian alternatif ini salah upaya menjaga kelestarian ikan dan lingkungan danau Maninjau. Peralihan mata pencarian tersebut diarahkan pada upaya penangkapan ikan yang notabene sudah biasa dilakukan nelayan.

“Pada tahun ini kami mengalokasikan 60 paket MPA. Hanya terealisasi 33 paket. Ini disebabkan kita memberikan bantuan ada konsekuensinya. Yakni bersedia mengurangi KJA. Jadi, 33 penerima paket ini telah bersedia mengurangi KJA-nya.
Kita sudah buat komitmen. Ini apresiasi kita untuk tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan, masih ada pemilik KJA mengurangi jumlah KJA-nya,” harap Resi.

Di samping bantuan alat tangkap ini, sebut Resi, DKP Sumbar telah memberikan bantuan kepada tujuh Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan) yang ada di salingka danau. Dan, membantu reservat berguna untuk penyelamatan ekosistem di danau.

“Dari ketiga bantuan itu, paling banyak menerima bantuan adalah Tanjungsani,” tukasnya.

Penerima paket bantuan MPA, Jafriandi mengatakan dengan adanya bantuan MPA, sudah banyak pemilik KJA mengurangi KJA-nya. Dan malah, ada beberapa anggota masyarakat telah banyak membentuk kelompok. Apalagi, bantuan pemerintah disalurkan melalui kelompok.

“Kami akan memanfaatkan bantuan MPA ini dengan baik. Dengan harapan, kelestarian ikan dan lingkungan salingka danau makin terjaga. Dan, mendukung danau Maninjau sebagai daerah tujuan wisata,” harap wali jorong Galapuang ini. (*) Editor : Hendra Efison
#DKP Sumbar #Kurangi KJA Danau Maninjau #Tubo Belerang #Keramba Jala Apung