Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Perikanan dan Kelautan, mengapresiasi Semen Padang.
Program Nabung Sarok mendukung program Bulan Cinta Laut (BCL) Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diperingati setiap tahun. Di mana, program BCL digulirkan sebagai upaya untuk mengentaskan persoalan sampah plastik di laut.
Dalam mendukung program BCL, BPSPL Padang bekerjasama dengan Bank Sampah Pancadaya yang telah teruji kredibilitasnya, dan merupakan bank sampah binaan Pemprov Sumbar. Dalam kerja sama ini, BPSPL juga mendorong nelayan untuk membuat bank sampah sendiri.
Hal itu dilakukan, sehingga pada saat menangkap ikan dan ditemukannya sampah plastik di laut, nelayan bisa menyimpannya di bank sampah milik nelayan sendiri. Begitu jumlahnya sudah cukup banyak, nelayan kemudian menyerahkannya ke Bank Sampah Pancadaya melalui menabung emas.
"Nah, itu untuk persoalan plastik. Bagaimana dengan sampah lainnya seperti kayu dan kain yang sering ditemukan para nelayan di laut? Itu lah fungsi dari Nabung Sarok Semen Padang ini bagi nelayan. Makanya, kami dari BPSPL Padang sangat mengapresiasi Semen Padang yang telah memberdayakan nelayan melalui Nabuang Sarok ini," kata Plt Kepala BPSPL Padang Rahmat Irfansyah, Jumat (13/1).
Semen Padang melalui Nabuang Sarok, lanjutnya, menjadi solusi bagi nelayan untuk menampung dan menerima sampah-sampah laut yang dikumpulkan nelayan di luar sampah plastik. Dan tentunya, kehadiran Semen Padang di Pantai Purus yang merupakan Kampung Nelayan Cinta Laut ini telah menjawab dua masalah utama yang sebelumnya dihadapi nelayan dalam mengelola sampah laut.
Masalah pertama, soal sampah laut selain plastik yang selama ini tidak bisa dikelola. Dan ini, sudah terjawab, karena Semen Padang bisa memanfaatkan sampah laut untuk mensubstitusi bahan bakar batubara. Kedua, masalah pendistribusian sampah laut ke Nabuang Sarok Semen Padang. Karena, antara Purus dan Semen Padang di Indarung cukup jauh.
"Alhamdulillah, pihak Semen Padang siap memfasilitasi pengangkutan sampahnya. Dan tentunya, ini memudahkan para nelayan dalam pengelolaan sampah laut selain plastik. Jadi, kehadiran Program Nabuang Sarok Semen Padang ini memberikan motivasi yang luar biasa bagi nelayan, dan Semen Padang juga menjamin sirkulasi ekonominya," kata Irfansyah.
Bagi BPSPL Padang, termasuk Semen Padang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, tambah Irfansyah, apa yang dilakukan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa, kolaborasi berbasis nelayan. "Nelayan mengambil sampah di laut, dan masalah sampah bersama-sama kami atasi. Dengan begitu, kesehatan laut jadi semakin terjaga," katanya. (*)
Editor : Hendra Efison