Hal itu disampaikan Mahyeldi dalam
penyerahan santunan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada 2 orang warga Sumatera Barat di Istana Gubernuran, Selasa (14/3/2023).
“Peran penting BPJS Ketenagakerjaan dibutuhkan ketika risiko sosial-ekonomi kelak terjadi. Manfaatnya dibuat memang untuk melindungi pekerja dari berbagai sektor atas hal tersebut,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi menuturkan bahwa manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan dirasakan oleh berbagai sektor ketenagakerjaan tak terkecuali pengemudi angkutan. Mahyeldi mengingatkan, agar para pengemudi angkutan dapat berhati-hati.
Acara serah terima manfaat program tersebut berlangsung 13 Maret 2023 pukul 19.00 wib di Istana Gubernuran. Santunan manfaat program diberikan kepada peserta program yang mengalami kecelakaan kerja dan kematian.
Ahli waris dari peserta, bernama Hendri asal Kab Pesesir Selatan menerima santunan kecelakaan kerja (JKK) senilai 70 juta plus beasiswa pendidikan bagi kedua orang anaknya.
Sedangkan ahli waris dari peserta bernama Hengki asal Kabupaten Solok, mendapatkan santunan kematian (JKK) senilai 42 juta.
Acara serah terima manfaat tersebut, diinisiasi oleh Achmad Ismail (Ais) dari Perkumpulan Pekerja Indonesia (PPI) bekerjasama dengan Persaudaraan Pekerja Truk Indonesia Nusantara (PPTI-N) dan BPJS Ketenagakerjaan Menara Jakarta dan Padang.
Acara ini juga dihadiri Kadisnaker Sumbar Nizam Ul Muluk, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Padang dan BPJS Ketenagakerjaan Menara Jakarta Fahmi.
Kepada BPJAMSOTEK Cabang Padang Jefri Iswanto mengimbau, kepada seluruh masyarakat Sumbar untuk mendaftarkan diri menjadi peserta.
“Menjadi peserta BPJS sangat banyak manfaatnya. Salah satunya menerima santunan dari berbagai program BPJAMSOSTEK,” ucap Jefri.(*) Editor : Hendra Efison