Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perkuat Terus Nilai-nilai Adat Budaya Minang pada Generasi Muda Sumatera Barat

Hendra Efison • Selasa, 13 Juni 2023 | 12:28 WIB
Kabid Sejarah Nilai Tradisi dan Adat Fadli Junaidi memberi sambutan Bimtek Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau, di Padang, Senin (12/6).
Kabid Sejarah Nilai Tradisi dan Adat Fadli Junaidi memberi sambutan Bimtek Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau, di Padang, Senin (12/6).
PADEK.CO-- Nilai-nilai adat dan budaya moderen ini sudah mulai terpinggirkan. Bahkan banyak generasi muda yang tidak memahami tradisi adat dan istiadat budaya yang sudah ada.

Mereka terkesan cuek dan tidak peduli. Untuk itu kebiasaan generasi muda yang seperti ini harus diubah sehingga tidak berlarut-larut.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar diwakili
Kabid Sejarah Nilai Tradisi dan Adat Fadli Junaidi, pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Adat dan Budaya Minangkabau, di salah satu hotel di Padang, Senin (12/6).

Bimtek yang melibatkan peserta dari berbagai unsur yakni, niniak mamak, bundo kanduang, alim ulama dan generasi muda mengambil tema "Adaik Rang Mudo Manangguang Rindu, Adaik Rang Tuo Manahan Ragam" bersumber dari pokok pikiran anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Golkar, Afrizal.

Fadli Junaidi menambahkan, saat sekarang, konteks budaya pada generasi muda saat kini sudah mulai hilang.

Ia mencontohkan, ketika azan Magrib mengumandang, pada dulunya, tidak ada lagi anak gadis Minang atau generasi muda yang sibuk diluar rumah. Dalam adatnya hal itu tidak baik dan tidak lazim dipandang masyarakat sekitar. Malahan generasi muda dulunya menyibukkan diri saat magrib beribadah ke masjid.

Namun hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat ini. Ketika azan magrib datang, mereka masih bercengkerama di depan rumahnya. Mereka juga banyak sibuk dengan urusan sendiri-sendiri, lupa dengan budaya ke surau atau masjid. Padahal dulunya hal ini tidak pernah terjadi.

"Inilah yang perlu diubah. Sehingga ketika azan datang mereka menyibukkan diri dengan beribadah seperti ke masjid," ujar Fadli.

Ia berharap dengan adanya bimtek tersebut, bisa mengubah kebiasaan generasi muda dan masyarakat yang membuat jauh dari adat dan budaya Minangkabau itu sendiri.

"Dengan bimtek ini diharapkan hal-hal yang telah hilang bisa dijadikan kebudayaan kembali oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-sehari dan lingkungan sekitarnya," tutur Fadli.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar Afrizal, pada kesempatan itu mengatakan, mengembalikan kebudayaan dan adat istiadat yang hilang itu perlu koordinasi kerja bersama.

Untuk itu, hukum adat dan hukum nagari jangan sampai dibuang. Fenomenanya saat ini, hukum adat dan hukum nagari itu semamin lemah. Bahkan bisa dikatakan ada yang sudah tidak pakai lagi.

Selain itu, ke depannya perlu penguatan lokal di generasi muda. Langkahnya memperkuat peranan adat dan budaya itu di sekolah-sekolah, karena usia belajar adalah generasi muda yang terus tumbuh.

"Untuk itu pembelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) perlu penguatan di sekolah-sekolah. Hidupkan lagi dan jadikan lagi hal-hal yang yang erat dengan Minangkabau muatan lokal belajar," pungkas Afrizal.(wni) Editor : Hendra Efison
#fraksi golkar #Anggota DPRD Sumbar #Afrizal #Kabid Sejarah Nilai Tradisi dan Adat #Nilai-nilai Adat Budaya Minang #Fadli Junaidi #Generasi Muda Sumatera Barat