Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Era Sukma Munaf, menjelaskan bahwa pembangunan terowongan itu akan menjadi bagian dari paket pengerjaan jalan Sarilamak-Payakumbuh.
Dengan total panjang jalan mencapai 45 km, sebagian besar pekerjaan, yaitu 31 km, akan dikerjakan oleh Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau dikenal JICA. Terowongan tersebut direncanakan berpanjang sekitar 11 km dan akan dibangun oleh JICA dengan anggaran sekitar Rp7 triliun.
Pengerjaan terowongan diproyeksikan dimulai pada tahun 2024, dan akan menyelesaikan proyek ini pada tahun 2032. Terowongan ini akan menjadi yang terpanjang di Indonesia. Era menyatakan bahwa JICA telah merancang dan melakukan semua kajian terkait dengan pembangunan terowongan ini, sehingga diharapkan aman untuk dilalui.
Pembagian pekerjaan ini terjadi karena beberapa masalah yang terjadi dalam bagian jalan yang saat ini sedang dikerjakan. Masyarakat setempat menginginkan pemindahan trase, yang mengakibatkan beberapa kilometer jalan menjadi bermasalah.
Namun, Era menyebutkan bahwa JICA tidak ingin menghadapi situasi semacam itu, sehingga sebagian besar pekerjaan diambil alih oleh mereka.
Dengan dimulainya pengerjaan terowongan pada 2024, proyek Tol Padang-Pekanbaru semakin mendekati tahap pemenuhan rencana pembangunan jalan tol yang penting untuk konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumbar. (s) Editor : Novitri Selvia