“Operasi keselamatan dan pencanangan aksi keselamatan jalan dengan sandi Operasi Keselamatan Singgalang 2024 akan menurunkan lebih seribuan personel. Dan untuk di Polda Sumbar sendiri sebanyak 150 personel,” kata Irwasda Polda Sumbar Kombes Pol Arif Rahman Hakim saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang Tahun 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan dalam rangka Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas Menjelang Idul Fitri 1445 H Tahun 2024 di Lapangan apel Polda Sumbar, beberapa waktu lalu.
Arif mengatakan, Operasi Keselamatan Singgalang yang dimaksud untuk menciptakan dan memilihara situasi kamseltibcar lantas yang kondusif menjelang Operasi Ketupat 2024 bertujuan menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas korban kecelakaan serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Oleh sebab itu, apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya. Sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan,” harapnya.
Ditambahkan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan, dalam operasi kali ini, terdapat 7 prioritas pelanggaran yaitu pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan telepon seluler, pengemudi kendaraan bermotor masih di bawah umur. Berboncengan lebih dari satu orang, Tidak menggunakan helm, penggunaan knalpot tidak sesuai spesipikasi teknis, melawan arus (contra flow).
“Kemudian pengemudi yang tidak menggunakan safety belt dan mengemudikan kendaraan bermotor ugal-ugalan serta pelanggaran over dimension dan overload,” sebutnya.
Ia menyebutkan, operasi ini ada 7 sasaran prioritas pelanggaran yang akan dilaksanakan penindakan secara tilang maupun secara teguran, penindakan tilang bisa melalui ETLE. “Dan apabila tertangkap tangan bisa dilakukan dengan tilang konpensional,” tuturnya.
Ia berharap menjelang operasi ketupat nanti kita bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas serta menekan kejadian kecelakaan lalu lintas. “Ini mengingat diwilayah kita masih banyak pelanggaran-pelanggaran lalu lintas karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap aturan berlalu lintas,” tukasnya. (rid)
Editor : Adetio Purtama