"Pilot pesawat memutuskan untuk kembali ke Cengkareng karena cuaca yang tidak memungkinkan pesawat untuk mendarat di BIM," ucap Humas PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM, Fendrik Sondra, Kamis (7/3) malam.
Fendrik Sondra menjelaskan juga, Kamis pukul 21.00 Wib, jarak pandang di runway hanya 350 meter serta kecepatan angin mencapai 9 knot dan hujan lebat yang membuat pesawat kembali ke Cengkareng.
"Pilot memutuskan untuk return to base merupakan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Akibat kondisi cuaca kurang baik di Bandar Udara Minangkabau, serta jarak pandang yang pendek, jadi pilot memutuskan untuk kembali ke Jakarta," tambahnya.
Fendrik Sondra menambahkan, pesawat Superjet IU 816 rute CGK - PDG yang seharusnya mendarat pada pukul 19.15 di BIM, tapi karena cuaca buruk harus kembali ke Jakarta.
"Seharusnya Superjet IU 816 rute CGK - PDG mendarat pad pukul 19.15 WIB. Karena cuaca, pesawat kembali ke Jakarta," tutupnya. (edg)
Editor : Hendra Efison