Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

1.800 Buku Lebih Diterbitkan Guru Madrasah di Sumbar

Adetio Purtama • Kamis, 25 April 2024 | 10:50 WIB

Para guru madrasah terlihat antusias mengikuti kelas menulis satu guru satu buku yang diselenggarakan KPPL Kota Padang di Asrama Haji Tabing, kemarin. (ZULKARNAINI/PADEK)
Para guru madrasah terlihat antusias mengikuti kelas menulis satu guru satu buku yang diselenggarakan KPPL Kota Padang di Asrama Haji Tabing, kemarin. (ZULKARNAINI/PADEK)
PADEK.JAWAPOS.COM—Langkah maju ditunjukan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar, terutama di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Ini dibuktikan dengan diterbitkannya lebih dari 1.800 buku sampai saat ini.

Jumlah ini tidak terhenti sampai di sana, karena saat ini ada beberapa buku lagi yang sedang dalam proses penerbitan. Ini sekaligus menjadi pembuktian jika jajaran di bawah Kakan Kemenag Sumbar serius dalam pengembangan literasi di ranah Minang sampai saat ini.

“Sampai hari ini, yang terdata 1.800-an buku. Dan sesuai dengan tagline kita, ”Satu Guru Satu Buku” Artinya, buku yang terkait dengan pengembangan pembelajaran, kompetensi, pengalaman, upaya guru untuk pengembangan diri,” ujar Plh Kabid Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar Jhon Of Rizal One usai membuka kelas menulis satu guru satu buku Komunitas Penulis Pegiat Literasi (KPPL) Kemenag Kota Padang di Asrama Haji Tabing, kemarin.

Dikatakan, karya ini nantinya bisa diakui sebagai karya tulis yang nantinya bisa mempercepat proses kenaikan pangkat dan pengembangan karir dari guru yang bersangkutan. Karena itu, para guru dibekali melalui kelas menulis satu guru satu buku KPPL Kemenag Kota Padang yang bekerja sama dengan Media Guru. Dengan menghadirkan narasumber CEO Media Guru, Mohammad Ihsan dan praktisi Febry Suprapto.

Kegiatan ini digagas oleh KPPL Kota Padang dan didukung KPPL Sumbar. Ini betujuan untuk meningkatkan kopetensi guru dan tenaga kependidikan sekaligus membumikan literasi di Sumbar. Pihaknya juga tidak memungkiri jika literasi adalah keterampilan abad 21 yang menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) Sumbar meningkat di atas rata-rata.

Ini sesuai dengan visi dan misi yang sudah digagas Presiden, Kemenag dan Kemendikbud, yakni menjadikan SDM yang unggul dan bisa menguasai berbagai keterampilan abad 21 pada 2085. Dan membawa negeri ini menjadi lebih maju lagi dengan mengacu kepada 13 komponen yang harus dicapai. Salah satunya adalah generasi yang cerdas, mandiri dan inovatif.

Lalu, generasi yang mampu menyesuaikan diri dengan pembelajaran peradaban baru, yakni kemajuan teknologi hari ini. Jadi guru diberikan bekal bagaimana mereka dalam pembelajaran bisa beradabtasi dengan peradaban baru, tentunya dengan tiga dimenasi di mana pembelajarannya berbasis digital bukan lagi konvensional.

“Jadi, hari ini (kemarin, red) inilah yang digagas KPPL. Bagaimana guru kita menjadi guru yang bertransformasi menjadi berliterasi digital. Dan juga bagaimana bisa membangun guru-guru penulis di Sumbar. Jadi tulisannya ini adalah, tulisan yang bisa berdampak pada pengembangan madrasahnya,” ungkapnya.

Pengembangan dimaksud adalah, pengembangan sains, budaya, keagamaan, teknologi yang semuanya berbasis pada literasi. Sehingga bermuara pada kemampuan guru dalam berkompetisi baik di level regional, nasional, internasional.

Kakan Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi mengatakan, guru-guru inilah nantinya yang harapkan mampu berbuat untuk mengemban jabatan-jabatan sebagai tenaga ASN. Sesuai dengan yang dibutuhkan, yakni bukan orang-orang yang tidak peduli dan orang-orang yang malas, tapi orang-orang yang memiliki responbilitas yang tinggi.

“Literasi merupakan salah satu program prioritas Kemenag yang perlu disukseskan. Oleh karena itu, kami mengajak para guru untuk ikut mengembangkan literasi. Mungkin hari ini belum terasa, tapi suatu saat pasti akan terasa nikmatnya menulis. Karena, saya melihat ada sebagian guru yang sudah menulis menjadi ketagihan. Apalagi sesuai dengan bidangnya masing-masing,” katanya.

Ketua Pantia Pelaksana, Ramli mengaku, ada sekitar 160 orang guru yang berasal dari RA, MI, MTs dan MA di Sumbar yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka ini diharapkan bisa menjadi duta penggerak literasi di madrasahnya masing-masing.

“Jadi ini adalah wadah untuk membuka jalan bagi guru untuk melahirkan buku. Harapan kita setiap guru madrasah mampu melahirkan buku,” ujar aku Ramli. (zul)

Editor : Adetio Purtama
#asrama haji tabing #Edy Oktafiandi #guru #Kemenag Kota Padang #Kanwil Kemenag Sumbar #tenaga kependidikan