Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Bandang Padangpanjang dan Lembah Anai: Jalan Putus dan Sejumlah Warga Dilaporkan Hilang

Heri Sugiarto • Minggu, 12 Mei 2024 | 13:14 WIB
Dampak banjir bandang di Padangpanjang. (Foto Drone Diskominfo Padangpanjang)
Dampak banjir bandang di Padangpanjang. (Foto Drone Diskominfo Padangpanjang)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Hujan deras yang mengguyur Kota Padangpanjang sejak Sabtu (11/5/2024) sore hingga malam, mengakibatkan banjir bandang dan meluapnya air sungai, yang berakibat pada putusnya sejumlah ruas jalan utama di kota tersebut.

Informasi dari Diskominfo Padangpanjang, banjir bandang dan luapan air sungai disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan lahar dingin dari Gunung Marapi.

Akibatnya, jalan utama Padangpanjang menuju Nagari Singgalang, Padangpanjang menuju Kota Padang, Padangpanjang menuju Kota Bukittinggi, dan Padangpanjang menuju Kabupaten Tanahdatar, tidak dapat dilalui.

Penjabat Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra bersama jajarannya, Polres Padangpanjang, TNI, dan OPD terkait, segera turun ke lokasi bencana pada Minggu (12/5/2024) dinihari untuk peninjauan dan tanggap darurat.

"Kondisi jalan di beberapa titik di kota kita ini rusak parah. Kami langsung lakukan tanggap darurat dengan mendirikan tenda pengungsian dan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak," jelas Sonny.

Untuk sementara, jalan dari Padangpanjang menuju Nagari Singgalang tidak bisa dilalui karena jalan di depan Lubuk Mata Kucing putus total.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak panik. Hindari melewati jalur-jalur yang rawan longsor dan jembatan putus. Sebaiknya tetap berada di rumah dan ikuti perkembangan informasi terbaru," imbaunya.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir terjadi pukul 22.00 WIB yang mengakibatkan wilayah terendam banjir meliputi Kelurahan Pasar Usang, Silaing Bawah di Kecamatwn Padang Panjang Barat. Kelurahan Sigando, Ekor Lubuk di Kecamatan Padang Panjang Timur.

Korban jiwa akibat banjir sebanyak 3 orang hilang, dalam proses pencarian. Kerugian materil sebanyak 6 unit rumah terdampak dan 2 unit warung terseret arus.

Laporan dari BPBD Kota Padangpanjang ke BNPB, Minggu (12/5). Tim gabungan melakukan proses pencarian 3 orang yang hilang. Saat ini berhasil menemukan 1 orang dalam kondisi selamat, 2 orang lagi masih dalam pencarian.

Air Bah Lembah Anai

Kapolres Padangpanjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menambahkan bahwa musibah ini juga melanda wilayah hukum Polres Padangpanjang, terutama di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar.

"Jalur nasional Padangpanjang-Padang (akses Padang-Bukittinggi) di kawasan Lembah Anai sama sekali tidak bisa dilewati karena jalan terban. Pemandian dan Kafe Xakapa hanyut, dan hanya Masjid Hidayatullah yang masih berdiri," ungkapnya.

Selain itu, jalan dari Padangpanjang menuju Nagari Singgalang melalui Lubuk Mata Kucing juga tidak bisa dilalui karena putusnya jalan akibat banjir bandang.

"Dalam musibah ini, beberapa warga dilaporkan hilang dan diduga terbawa arus air bah," kata Kapolres.

"Tim kami bersama TNI dan BPBD Kesbangpol Padangpanjang masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap warga yang belum ditemukan," lanjutnya.

Warga diimbau untuk sementara tidak keluar rumah karena cuaca yang masih belum kondusif. Selalu jaga keselamatan jika terpaksa harus keluar rumah.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Kapolres Padangpanjang #Pemandian Lembah Anai #Kafe Xakapa #jalan putus #jalan Padang Bukittinggi #banjir bandang #bencana sumbar #Sonny Budaya #lembah anai