BMKG mencatat gempa tersebut magnitudo 3.4 berpusat sekitar 7 kilometer BaratLaut Bukittinggi dengan kedalaman 5 kilometer.
Sebelumnya, pada Jumat (9/8/2024) wilayah Bukittinggi telah diguncang setidaknya tiga kali gempa bumi.
Gempa bumi pertama terjadi pukul 20:43:11 WIB dengan magnitudo 2,7, disusul pukul 21:18:13 WIB dengan magnitudo M3.4, dan gempa ketiga dengan magnitudo M3.2 pukul 23:37:28 WIB.
Baca Juga: Gempa Dangkal Guncang Bukittinggi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Sianok
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memiliki karakteristik yang serupa.
Episenter gempa terletak di darat, berada 9-16 km Timur Laut Bukittinggi, dan memiliki kedalaman yang relatif dangkal, yakni sekitar 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang, Dr Suaidi Ahadi mengatakan gempa-gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar Sianok.
"Hingga pukul 00.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 gempa bumi susulan (aftershock)," katanya.
Getaran gempa dirasakan oleh masyarakat Bukittinggi dengan skala intensitas II-III MMI atau dirasakan seperti ada truk yang melintas.
Meski demikian, BMKG memastikan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Ia juga meminta warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"Pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan yang membahayakan sebelum kembali ke dalam rumah," ingat Suaidi.(*)
Editor : Heri Sugiarto