Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Butuh Rp 30 M Perbaiki Bendungan Kotokandis

Willian. • Senin, 23 September 2024 | 12:35 WIB

IRIGASI: Alat berat dari Dinas SDABK Sumbar sudah mulai bekerja membersihkan material yang menghalangi aliran air di bendungan irigasi Kotokandis, Pessel, Sabtu (21/9). (PEMPROV SUMBAR FOR PADEK)
IRIGASI: Alat berat dari Dinas SDABK Sumbar sudah mulai bekerja membersihkan material yang menghalangi aliran air di bendungan irigasi Kotokandis, Pessel, Sabtu (21/9). (PEMPROV SUMBAR FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyebut Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar sudah mulai melakukan perbaikan bendungan irigasi Kotokandis di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Dikatakannya, per 21 September 2024, tim Dinas SDABK Sumbar sudah mulai bekerja di lokasi menggunakan alat berat untuk membersihkan material yang menghalangi aliran air. Sedangkan untuk perbaikan fisik, secara bertahap akan dilakukan sesegera mungkin.

Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi melakukan peninjauan langsung ke lokasi bendungan bersama Bupati Pessel dan sejumlah pihak terkait pada Kamis (19/9) lalu. Tidak berselang lama, dua hari setelah peninjauan itu, proses pengerjaan langsung dilakukan oleh Dinas SDABK Sumbar.

“Tim kita dari Dinas SDABK Sumbar per hari ini sudah bekerja di lokasi. Langkah awal, tentu material yang menghalangi aliran air dulu yang kita bersihkan. Untuk rehab fisik, itu baru bisa dilakukan setelah kajian teknisnya tuntas,” jelas Mahyeldi di Padang, Sabtu (21/9).

Diketahui, bendungan itu mengalami kerusakan akibat terdampak bencana banjir yang melanda daerah tersebut pada 7 Maret lalu. Akibatnya, masyarakat di sejumlah nagari di Kecamatan Lengayang mengalami kesulitan untuk pengairan lahan pertaniannya.

“Target kita, dalam waktu dekat air bisa kembali mengalir ke lahan-lahan pertanian masyarakat, mengingat dalam waktu dekat musim tanam juga akan masuk,” tegas Mahyeldi.

Terkait dengan pembangunan kembali fisik bendungan yang roboh, sambungnya, berdasarkan analisa Dinas SDABK Sumbar, itu butuh anggaran lebih kurang Rp 30 miliar. Skema pembiayaannya masih dalam pembahasan.

“Kebutuhan anggarannya sudah dihitung, lebih kurang Rp 30 miliar. Nanti itu akan kita upayakan melalui APBD, bisa juga kita mintakan bantuan pusat, nanti mekanismenya akan kita bahas lagi,” jelas Mahyeldi.

Lebih lanjut gubernur berharap, semua pihak bisa memberikan dukungan sesuai dengan kewenangannya masing-masing untuk kelancaran proses perbaikan bendungan di lapangan. Mengingat secara fungsi bendungan irigasi ini cukup vital bagi masyarakat.

“Tentu kami berharap, semua pihak dapat mendukung. Jangan sampai ada gangguan selama proses pengerjaan berlangsung,” imbau Mahyeldi.

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar menyebut, ada 2.357 hektar sawah di Kecamatan Lengayang yang pengairannya bergantung dari bendungan irigasi Kotokandis.

Dirinya juga mengaku, sebelumnya juga telah mengirimkan laporan tertulis kepada gubernur terkait dengan rusaknya bendungan ini, karena memang secara kewenangan, ini berada di bawah pemerintah provinsi.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur kita cepat tanggap. Dua hari lalu beliau datang langsung meninjau bersama tim teknis dari provinsi dan sekarang pengerjaannya sudah mulai dikerjakan,” ungkap Bupati.

Rusma Yul Anwar juga menegaskan, pihaknya akan siap bersinergi dengan Pemprov dalam rangka melakukan berbagai upaya percepatan pembangunan di Pessel.

“Jika provinsi memerlukan bahan atau dokumen pendukung, akan segera kami tindak lanjuti di daerah,” pungkasnya (cr2)

Editor : Novitri Selvia
#Bendungan Kotokandis #SDABK Sumbar #mahyeldi ansharullah #rusma yul anwar