Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rantak Budaya 2024, Pertunjukan Seni Tradisi dari Kabupaten Kota Meriahkan Pekan Kebudayaan Sumbar 2-6 Oktober

Hendra Efison • Senin, 30 September 2024 | 20:35 WIB

Rantak Budaya, Pertunjukan Seni Tradisi dari Kabupaten Kota Meriahkan Pekan Kebudayaan Sumbar 2024.
Rantak Budaya, Pertunjukan Seni Tradisi dari Kabupaten Kota Meriahkan Pekan Kebudayaan Sumbar 2024.
PADEK.JAWAPOS.COM—Selama lima hari ke depan, Rabu-Minggu 2-6 Oktober 2024, warga Kota Padang bakal dimanjakan dengan pertunjukan seni dan budaya bertempat di Taman Budaya Sumbar di Jl Pangeran Diponegoro Padang.

Ya, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kebudaya Provinsi Sumbar menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Barat (PKD Sumbar) 2024 memeriahkan Hari Jadi ke-79 Provinsi Sumbar yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

"Dinas Kebudayaan Sumatera Barat menggelar PKD Sumbar pada 2-6 Oktober 2024 di Taman Budaya Sumbar. Rantak Budaya diangkat jadi tema untuk menggambarkan perkembangan kultural, keragaman seni budaya tradisi, dan memperlihatkan capaian tertinggi kreativitas pelaku seni dan budaya di Sumatera Barat," ujar Kadis Kebudayaan Sumbar, Dr H Jefrinal Arifin SH MSi, pada jumpa pers, Senin (30/9).

Rantak Budaya dalam Pekan Kebudayaan Daerah itu diisi banyak sekali kegiatan dan acara. Seperti, Pergelaran seni dari provinsi, kabupaten, kota Sumbar, dan pemberian Anugerah Kebudayaan Sumatera Barat 2024.

Pertunjukan kesenian oleh komunitas dan sekolah, Pameran seni rupa, Bazar dan kuliner, Lomba Lagu Mars Sumbar, Lomba fotografi, Lomba melukis mural, Workshop manajemen event kesenian tradisi, Seminar dan diskusi seni budaya.

"Kami ingin melalui PKD ini, masyarakat, terutama generasi muda, semakin mencintai dan melestarikan budaya Minangkabau," ujar Jefrinal.

Ia mengatakan salah satu fokus utama PKD 2024 adalah menampilkan beragam seni tradisional dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat.

"Banyak sekali seni tradisional kita yang mulai dilupakan. Melalui PKD ini, kita ingin menampilkan kembali dan memperkenalkan kepada generasi muda," tambahnya.

Selain menampilkan pertunjukan seni, PKD 2024 juga menjadi ajang penghargaan bagi tokoh dan komunitas yang berdedikasi dalam melestarikan budaya Minangkabau. Para penerima anugerah kebudayaan sudah dikurasi oleh tim yang di-SK-kan Gubernur Sumbar.

Penerima Anugerah Kebudayaan Sumatera Barat 2024 adalah; Prof Mr Mohammad Nasroen (1907-1968) asal Pasaman, Boestanoel Arifin Adam (1923-1995) asal Padangpanjang, H Mansoer Daoed Dt Palimo Kayo (1905-1985) asal Agam, Prof Dr Taufik Abdullah MA asal Tanahdatar, Ernawati asal Payakumbuh, Nan Tumpah asal Padang, dan Budi Dharma asal Padangpariaman.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, Supriyadi, mengungkapkan, pihaknya menargetkan sekitar 1.000 pengunjung datang per hari.

"Selain menampilkan pertunjukan seni, kami juga ingin menciptakan suasana yang menyenangkan bagi pengunjung, sehingga mereka bisa menikmati berbagai kuliner dan produk UMKM khas Sumatera Barat," ujar Supriyadi.

Meskipun sisi ekonomi juga turut diperhatikan melalui bazaar UMKM, namun tujuan utama PKD 2024 adalah melestarikan budaya Minangkabau.

"Kami ingin masyarakat semakin mencintai produk-produk lokal dan ikut serta dalam upaya pelestarian budaya," ujar Ade Efdira SS MM, Sekretariat PKD Sumbar 2024.

Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Barat 2024 menyajikan perpaduan yang menarik antara tradisi dan modernitas. Dengan menampilkan beragam seni tradisional dan memberikan apresiasi kepada para tokoh budaya, event ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian budaya Minangkabau. (hsn)

Editor : Hendra Efison
#Taman Budaya Sumbar #Pekan Kebudayaan Daerah Sumbar 2024 #Dr H Jefrinal Arifin SH MSi #Supriyadi SE MSi #Pertunjukan Seni Tradisi #dinas kebudayaan sumbar #Ade Efdira SS MM #Rantak Budaya 2024