Acara ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk instansi terkait, akademisi, penerima layanan, organisasi kemasyarakatan, dan media massa.
Kepala Loka POM Dharmasraya, Putra Gusrianto, memaparkan enam layanan utama yang disediakan oleh Loka POM, yakni Pengaduan Masyarakat dan Informasi Obat dan Makanan, Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik, Sertifikasi Pemenuhan Aspek Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik, serta Penerbitan Rekomendasi dan Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik.
Layanan ini, terutama terkait informasi obat dan makanan, diberikan secara gratis kepada masyarakat.
"Loka POM Dharmasraya aktif memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun sosial media," ungkap Putra.
Menurutnya, forum ini menjadi salah satu upaya nyata BPOM dalam mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting dan memastikan keamanan serta kualitas produk yang beredar di masyarakat.
"Loka POM Dharmasraya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan prima dengan memperkuat kerja sama bersama stakeholder, mendampingi pelaku usaha secara intensif, serta memperluas publikasi edukasi obat dan makanan kepada masyarakat," kata Putra.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dharmasraya, Naldi sebagai narasumber menjelaskan tentang layanan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA).
Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses perizinan bagi pelaku usaha dengan pendekatan berbasis risiko, sehingga perizinan produk yang terkait dengan BPOM, seperti izin edar produk makanan dan obat, dapat diakses lebih cepat tanpa harus datang langsung ke kantor.
"Pelaku usaha kini bisa mengurus perizinan dari mana saja melalui aplikasi OSS RBA, sehingga efisiensi dan kualitas produk yang beredar di masyarakat lebih terjamin," jelas Naldi.
Pada penutupan acara, perwakilan dari masing-masing unsur masyarakat menandatangani Berita Acara Forum Konsultasi Publik.(*)
Editor : Heri Sugiarto