Berdasarkan laporan terbaru, Sabtu (12/10/2024) dini hari, BMKG menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di wilayah tersebut sejak pukul 00.34 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, hujan lebat terpantau di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahdatar, meliputi Tanjung Baru, Lima Kaum, Sungai Tarab, Pariangan, Batipuh, dan X Koto.
Sementara di Kabupaten Agam, curah hujan tinggi terjadi di wilayah Sungai Pua, Candung, IV Koto, Banuhampu, IV Angkek, dan Baso.
Menurutnya, awan hujan bergerak perlahan ke arah barat hingga barat laut, sehingga masih ada potensi hujan lebat di area-area rawan bencana di sekitar Gunung Marapi.
BMKG mengingatkan masyarakat mengenai potensi bencana akibat curah hujan tinggi ini, yakni kenaikan muka air sungai, banjir bandang (galodo), dan longsor.
Wilayah yang diprediksi terdampak antara lain Pasir Laweh, Sungai Tarab, Lantai Batu, Pincuran Duo Samanik, Masjid Jami Sungai Jambu, Kota Baru, dan beberapa wilayah lain, seperti Batipuh Atas, Batipuh Barat, dan Batu Tagak Tanjung.
Beberapa wilayah seperti Batu Banyak Jorong Tigo Suku, Hilir Balai, Batu Limo, Bukik Bulek, Taluak Batuah, serta Lurah Ampang juga berisiko terkena dampak cuaca ekstrem ini.
Menyikapi itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk Awas atau menjauhi area bantaran sungai hingga lebih dari 1 kilometer serta menghindari aktivitas di lereng-lereng yang rawan longsor.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan pemerintah daerah setempat.
Pemerintah daerah dan aparat desa juga diminta untuk memperkuat upaya mitigasi risiko bencana, seperti mempersiapkan langkah-langkah evakuasi dini dan mengawasi daerah-daerah berisiko tinggi.
Selain itu, pemda diminta menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat dan menutup sementara kawasan rawan tersebut.(*)
Editor : Heri Sugiarto