Seminar bertajuk “Beyond the Logic” ini berlangsung secara hybrid dan mengusung subtema "Art & Design in the Technology Era: Challenge and Change," yang bertujuan mendalami peran seni dalam era teknologi modern.
Kegiatan ini menghadirkan lima keynote speaker lintas negara yang memberikan perspektif global dalam memahami seni dan desain di era digital. Berikut adalah daftar dan materi yang dibawakan oleh setiap keynote speaker:
Prof. Keat Ong, Founder Keat Ong Design dan Presiden Asia Pacific Space Designers Association dari Singapura, memberikan wawasan tentang peran praktisi desain, pemimpin industri, dan pendidik desain dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Prof. Ts Khairul Aidil Azlin Bin Abd Rahman, Ph.D, dari UCSI University, Kampus Cabang Bangladesh, Malaysia, menyampaikan materi bertajuk “Designing for Tomorrow: Vision for Designers,” yang mengajak para desainer untuk berpikir visioner dalam menciptakan masa depan desain.
Prof. Uli Plank dari Digital Cinematography Ludwigsburg Film Academy, Jerman, membahas tema “Is Art and Culture Doomed in the Digital Age,” mempertanyakan masa depan seni dan budaya di tengah pesatnya perkembangan digital.
Dr. Dwinita Larasati, S.Sn., M.A dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menyajikan materi “Urban Games: Nurturing The Urban Empathy of Future Creatives,” yang membahas peran desain dalam menumbuhkan empati urban di kalangan kreator masa depan.
Dr. Zakarias S. Soeteja, M.Sn dari Universitas Pendidikan Indonesia, dengan topik “Digital Technology in Postmodern Art Education,” menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan seni di era postmodern.
Acara diawali sambutan dari MC Yati Aisyah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, disusul laporan dari Ketua Pelaksana, Dr. Haris, serta sambutan resmi Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi pleno yang dipandu oleh moderator Senorica Yulia Sari. Kemudian memberikan setiap keynote speaker waktu 20 menit untuk menyampaikan materi.
Kegiatan ini disambut antusiasme tinggi dari para peserta yang mencapai hampir 400 orang, dengan sesi tanya jawab interaktif pada setiap sesi.
Selain sesi utama, ICONADD 4.0 juga menggelar parallel session yang diikuti oleh enam presenter lokal dengan materi yang relevan dengan tema “Beyond the Logic.”
Para presenter tersebut adalah Dwi Mutia Sari, Wiwi Isnaini, Zariul Santosa, Yuri Christiani, Ilhamdi Fatihah, dan Adzacky Hafsah Fathan. Parallel session berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB melalui platform Zoom.
"Dengan beragam perspektif dari para ahli seni dan teknologi internasional, ICONADD 4.0 menjadi forum penting bagi akademisi dan praktisi untuk mendiskusikan tantangan dan perubahan dalam seni dan desain pada eral teknologi saat ini," kata Dr Haris.(*)
Editor : Heri Sugiarto