Akibatnya bencana itu, masyarakat tiga nagari yang melewati ruas jalan itu menjadi terganggu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Yuskardi, ketika dihubungi Senin (2/12) mengungkapkan bahwa putusnya jalan provinsi yang menghubungkan tiga nagari di Kecamatan Sutera itu adalah akibat diterjang luapan sungai usai diguyur hujan sejak Minggu malam hingga Senin dini hari.
"Akibat luapan sungai setempat. Karena memang hingga malam tadi intensitas hujan cukup tinggi," katanya.
Yuskardi mengatakan, jalan yang putus itu adalah akses jalan provinsi menuju Gantiang Mudiak Utara Surantih dan Ganting Mudiak Selatan Surantih.
"Walau tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun ribuan masyarakat menjadi terisolasi akibat jalan putus ini,' katanya.
Saat ini, kata Yuskardi, upaya perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor terus dilakukan.
"Jalan terban itu dan jembatan, kita jadikan sebagai prioritas. Tujuannya, agar kerusakan yang terjadi tidak menimbulkan dampak terhadap keberlangsungan ekonomi dan aktivitas warga. Berapa besar kerugian yang dialami akibat bencana ini, masih kita lakukan penghitungan,” katanya.
Dinas BMCKTR Sumbar dan Dinas PSDA Sumbar juga telah mengecek kerusakan fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan saluran irigasi.
Salah satunya ke lokasi putusnya jalan di Singkulan Koto Nan Tigo Utara Surantiah. "Perbaikan sementara segera dilakukan agar akses masyarakat terhadap fasilitas umum tidak terputus. Sembari itu, kita juga koordinasikan perbaikan permanen," ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Selasa (3/12/2024).
Banjir Meluas
Sementara itu, hujan deras yang masih terus terjadi sejak Minggu (1/12) hingga Selasa (3/12) dini hari di Pesisir Selatan (Pessel) juga menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor di daerah lainnya.
Banjir juga melanda Nagari Amping Parak Timur, dengan sekitar 357 rumah terendam dengan ketinggian air 20 hingga 40 cm.
Baca Juga: Waspada! Cuaca Buruk di Sumbar Berpotensi hingga Nataru
Sedangkan banjir di Nagari Rawang Gunung Malelo menyebabkan sekitar 35 rumah pula terendam, dan 25 hektare lahan pertanian atau sawah terancam gagal panen.
Di Kecamatan Lengayang, banjir terjadi di Nagari Lakitan Tengah, mengakibatkan 250 rumah terendam dan jalan terban sepanjang 40 meter.
Kemudian di Kampung Tarok di Nagari Lakitan Selatan, rumah terendam 20 unit dengan ketinggian banjir hingga 30 cm.
Di Nagari Kambang Utara (Kampung Kambang Harapan dan Kampung Baru), sekitar 180 rumah terendam dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 cm.
Banjir di Nagari Lakitan Timur, menyebabkan sekitar 115 rumah terendam. Sedangkan hujan yang juga disertai angin kencang di Nagari Kambang Barat, telah mengakibatkan pohon tumbang, dan menimpa satu unit rumah, tapi tidak menimbulkan korban jiwa.
"Di Nagari Kambang Barat ini juga terdapat sekitar 125 rumah terendam banjir,” ungkapnya.
"Terjadi kerusakan yang cukup signifikan di beberapa kecamatan lainnya. Tim gabungan BPBD TNI, Polri, dan Kelompok Siaga Nagari (KSB) terus melakukan upaya pembersihan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak bencana," ungkapnya.(yon)
Editor : Heri Sugiarto