Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lindungi Remaja dan Masyarakat, Pemerintahan Nagari Tarantang Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba

Randi Zulfahli • Rabu, 11 Desember 2024 | 14:22 WIB

Pemerintahan Nagari Tarantang Kabupaten Limapuluh Kota menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan bahaya narkoba bagi masyarakat Nagari Tarantang pada Rabu (11/12/2024). (Foto: Pemnag)
Pemerintahan Nagari Tarantang Kabupaten Limapuluh Kota menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan bahaya narkoba bagi masyarakat Nagari Tarantang pada Rabu (11/12/2024). (Foto: Pemnag)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintahan Nagari Tarantang Kabupaten Limapuluh Kota menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan bahaya narkoba bagi masyarakat Nagari Tarantang pada Rabu (11/12/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja, tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di kawasan wisata yang rentan terhadap pengaruh negatif.

Wali Nagari Tarantang, Sudahri, yang menjabat selama dua periode, menekankan pentingnya edukasi dalam menghadapi tekanan sosial yang sering menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba.

“Edukasi ini mempersiapkan remaja untuk menolak tekanan teman sebaya dan menghindari perilaku berisiko. Saya harap masyarakat memanfaatkan kegiatan ini untuk mendalami ilmu tentang bahaya narkoba,” ujarnya.

Kegiatan ini didasari hasil Musyawarah di tingkat jorong atau Rembuk Jorong, yang mengidentifikasi penyalahgunaan narkoba sebagai salah satu ancaman utama bagi masyarakat.

Menurutnya, ini menjadi langkah strategis Pemerintahan Nagari Tarantang untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkoba, sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.

Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan
Acara ini dibuka oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Camat Harau, Susi Ramayanti, yang mewakili Camat Harau. Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintahan Nagari Tarantang atas inisiatifnya.

“Kami berharap tahun depan kegiatan serupa dapat melibatkan para orang tua, sehingga mereka memahami bagaimana melindungi anak-anak dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Ketua Tim Pokja Pencegahan BNN Kota Payakumbuh, Indra Yulita hadir sebagai narasumber. Ia menegaskan bahwa pencegahan lebih baik daripada rehabilitasi dan mendorong komunikasi terbuka antara remaja, pendidik, dan orang tua.

“Pencegahan adalah langkah utama. Kita juga harus membuka saluran komunikasi agar remaja merasa nyaman untuk bertanya dan mencari bimbingan terkait isu narkoba,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa edukasi ini dapat membantu mengurangi stigma terhadap penyalahgunaan narkoba, sehingga masyarakat lebih empati dan mampu memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#limapuluh kota #Indra Yulita #Nagari Tarantang #Susi Ramayanti #bahaya narkoba #BNN Kota Payakumbuh #Sudahri