Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bentengi Anak dan Remaja dari Siaran Negatif

Nanda Anggara • Jumat, 13 Desember 2024 | 13:10 WIB

AJAKAN: Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri dan menyerahkan Anugerah Penyiaran KPID Sumbar Tahun 2024 di Hotel Truntum Padang, Rabu (11/12).(BIRO ADPIM UNTUK PADEK)
AJAKAN: Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri dan menyerahkan Anugerah Penyiaran KPID Sumbar Tahun 2024 di Hotel Truntum Padang, Rabu (11/12).(BIRO ADPIM UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, berharap agar lembaga penyiaran bersama Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) terus memastikan bahwa anak dan remaja dapat mengakses siaran yang positif, dan terhindar dari konten siaran bernilai negatif, termasuk yang sering diakses melalui gawai pintar (gadget).

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri dan menyerahkan Anugerah Penyiaran KPID Sumbar Tahun 2024 di Hotel Truntum Padang, Rabu (11/12).

Anugerah penyiaran ini dimaksudkan untuk memotivasi insan penyiaran di Sumbar untuk terus memproduksi siaran positif bagi masyarakat.

“Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran telah memberikan kewenangan bagi pemerintah melalui KPI untuk mengawasi siaran-siaran yang disajikan oleh lembaga penyiaran. Termasuk juga memberikan kewenangan untuk mengapresiasi karya-karya positif yang diproduksi oleh lembaga penyiaran,” ujar Mahyeldi mengawali sambutannya.

Tema yang diangkat dalam Anugerah Penyiaran KPID Sumbar tahun ini, sambung Mahyeldi, yaitu “Sinergi Kearifan Lokal dan Transformasi Digital dalam Penyiaran Daerah,” sangat relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman hari ini.

Terlebih, dalam hal membentengi generasi muda dari siaran-siaran berupa konten atau pemberitaan yang negatif.

“Tema ini mendorong semangat kita untuk memproduksi siaran yang lebih informatif dan edukatif, serta mempromosikan kearifan lokal. Selain itu, kita harus menyadari pentingnya membentengi anak-anak dari konten atau pemberitaan negatif, yang kerap menjadi pemicu bagi mereka untuk melakukan perbuatan yang negatif pula,” lanjut Mahyeldi.

Ia menyatakan, di sebagian besar negara maju, telah diberlakukan pembatasan ketat bagi anak dan remaja dalam menggunakan gawai pintar. Sebab, kecenderungan menggunakan gawai pintar dapat membawa anak dan remaja untuk mengakses lebih banyak siaran konten dan pemberitaan negatif.

“Kita pikir hal ini penting diterapkan. Jam penggunaan HP pada anak-anak harus diperketat. Pemprov Sumbar tengah mempelajari upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk melakukan pembatasan ini. Namun begitu, kerja sama lembaga penyiaran dan content creator sebagai pihak yang memproduksi siaran sangat kita butuhkan. Begitu pun peran KPID selaku pengawas siaran itu sendiri,” tambah Mahyeldi.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap para penerima Anugerah Penyiaran KPID Sumbar 2024. Ia menegaskan bahwa anugerah tersebut harus dapat memotivasi seluruh pihak untuk terus memproduksi siaran bernilai positif bagi masyarakat.

Turut hadir memberikan sambutan dalam Anugerah Penyiaran KPID Sumbar 2024 tersebut, Komisioner KPI Pusat Amin Syahbana, dan Ketua KPID Sumbar Robert Cenedy.

Selain itu, juga hadir Pimpinan DPRD Sumbar, jajaran Forkopimda Sumbar, Kepala Diskominfotik Sumbar Siti Aisyah, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Mursalim, pemenang dan penerima nominasi Anugerah Penyiaran, insan penyiaran Sumbar, dan tamu undangan lainnya.

Tanahdatar Kabupaten Peduli Penyiaran

Sementara itu, Kabupaten Tanahdatar kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Peduli Penyiaran oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat.

Sertifikat dan plakat penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sumatera Barat kepada Asisten Administrasi Umum Setda Tanahdatar, Jasrinaldi, yang mewakili Bupati Tanahdatar.

Selain dinobatkan sebagai Kabupaten Peduli Penyiaran, Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar juga dinobatkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Terbaik Tahun 2024, serta dua penyiarnya berhasil masuk nominasi kategori Penyiar dan Reporter Terbaik dari KPID Sumatera Barat.

Ketua KPID Sumatera Barat, Robert Cenedy, mengatakan bahwa Anugerah KPID Sumbar menjadi ajang apresiasi terhadap Lembaga Penyiaran, Pemerintah Daerah Peduli Penyiaran, Lembaga Peduli Penyiaran, Tokoh Inspiratif dan Tokoh Peduli Penyiaran, serta Insan Penyiaran (Lifetime Achievement).

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Tanahdatar, Yusrizal, mengatakan bahwa anugerah KPID tersebut merupakan bentuk kehormatan dan penghargaan bagi Pemerintah Kabupaten Tanahdatar dalam hal pengelolaan lembaga penyiaran, khususnya pada LPPL Radio Luhak Nan Tuo.

Dia menyebutkan bahwa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Tanahdatar dan Radio Luhak Nan Tuo juga mendapatkan penghargaan yang sama dari KPID Sumbar.

“Alhamdulillah, pada tahun ini berhasil kita pertahankan. Namun, kita terus melakukan yang terbaik dalam memberikan siaran berkualitas untuk masyarakat,” kata Yusrizal. (stg)

Editor : Novitri Selvia
#kpid #Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar #Siaran Negatif #mahyeldi ansharullah #KPID Sumbar Tahun 2024