Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hari ke-5 Siang Ini, Edi Kamardi Nelayan yang Hilang di Danau Maninjau masih Misteri

Putra Susanto • Sabtu, 14 Desember 2024 | 14:22 WIB

Tim SAR kembali menyusuri Danau Maninjau mencari Edi Kamardi, nelayan yang tenggelam di danau tersebut sejak Selasa (10/12). BPBD AGAM FOR PADEK
Tim SAR kembali menyusuri Danau Maninjau mencari Edi Kamardi, nelayan yang tenggelam di danau tersebut sejak Selasa (10/12). BPBD AGAM FOR PADEK
PADEK.JAWAPOS.COM— Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian Edi Kamardi, 42, nelayan yang hilang saat mencari ikan di Danau Maninjau, Agam, Sabtu (14/12) ini. Tanda-tanda keberadaan korban masih belum ditemukan dalam operasi SAR di hari kelima ini.

"Hingga pukul 17.30, pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan pada hari keempat, Jumat (13/12), masih belum membuahkan hasil," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, kemarin malam.

Pada pencarian kemarin, melibatkan personel gabungan dari BPBD Agam, Polri, Basarnas, PMI, pemerintah kecamatan dan nagari, KSB beserta masyarakat. Sebanyak 4 unit perahu milik BPDB dan Basarnas ditambah perahu milik masyarakat dikerahkan menyisir perairan danau.

Titik pencarian masih di seputaran perairan di kawasan Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Namun terus diperluas dari titik 0 atau tempat ditemukannya perahu korban ke segala penjuru mata angin.

"Beberapa hari pencarian ini, tim di lapangan dihadapkan pada cuaca buruk, hujan dan angin yang cukup kencang. Ini menjadi kendala tersendiri bagi tim. Pencarian akan dilanjutkan Sabtu pagi (hari ini-Red), sekitar pukul 08.00," pungkas Ichwan.

Diberitakan Padang Ekspres sebelumnya, Edi Kamardi, nelayan asal Sungaibatang, dilaporkan tenggelam di Danau Maninjau, Selasa (10/12) lalu. Pihak keluarga menyebut korban pergi mencari ikan mengunakan jaring di perairan danau di wilayah Jorong Bancah, Nagari Maninjau.

Kapolsek Tanjungraya, Iptu Muzakar mengatakan, berdasarkan keterangan ayah korban Sofyan St Sari, korban berangkat dari rumah pada Selasa pagi sekitar jam 07.30 untuk mencari ikan dengan mengunakan jaring. Sekitar pukul 08.30, cuaca di sekitar danau mengalami angin badai.

Kemudian, beberapa nelayan menemukan perahu korban terapung dalam kondisi kosong. Beranjak dari informasi saksi nelayan inilah korban diketahui hilang dan lalu dilakukan pencarian bersama.

"Saksi yang merupakan para nelayan ini melaporkan hal tersebut kepada warga dan petugas kepolisian untuk ditindaklanjuti. Sebelum melihat perahu korban terapung tanpa ada orang di atasnya, sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi menerangkan bahwa cuaca di sekitar Danau terjadi angin badai," ujar Iptu Muzakar.

Dugaan sementara, tambahnya, peristiwa ini terjadi karena angin badai yang sempat terjadi di sekitar lokasi ini pada pagi hari. Pasca-menerima laporan kejadian itu, pihaknya langsung turun ke lokasi titik hilangnya korban membantu pencarian. (ptr)

Editor : Hendra Efison
#Nelayan Danau Maninjau #Nelayan Hilang Belum Ditemukan #Edi Kamardi #BPBD Kabupaten Agam