Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kasus HIV di Kota Padang: Tahun 2025 Perbanyak Sosialisasi ke Sekolah dan di Rumah Ibadah

Endang Pribadi • Rabu, 1 Januari 2025 | 15:05 WIB

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono dan Kepala Dinkes Padang dr Srikurnia Yati.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono dan Kepala Dinkes Padang dr Srikurnia Yati.
PADEK.JAWAPOS.COM— Satu dari 80 anggota Polda Sumbar yang dipecat atau PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat), ternyata disebabkan terpapar LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono press release akhir tahun di Mapolda Sumbar, 31 Desember 2024.

"80 orang anggota Polda Sumbar yang dipecat terdiri dari Bintara dan perwira ini imbas dari berbagai kasus. Dan salah satunya dipecat karena terlibat LGBT," ujar Irjen Suharyono.

Satu orang anggota polisi yang dipecat karena kasus LGBT, menambah deretan panjang kasus Lelaki Seks Lelaki (LSL) alias homo di Kota Padang. Akibatnya, LSL merupakan kasus yang membuat pertumbuhan HIV (Human Immunodeficiency Virus) terus bertambah dari tahun ke tahun.

Dinkes Ungkap Kasus HIV di Kota Padang

Dalam kurun tahun 2024, kasus HIV di Kota Padang berjumlah 308 kasus. Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Padang dr Srikurnia Yati, saat kegiatan Press Release Pemko Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa malam (31/12/2024).

"Dari 308 kasus HIV di Kota Padang, terdapat 166 kasus atau 53,8 persen penderita HIV yang berasal dari luar Kota Padang, dan 142 kasus atau 46,2 % yang ber-KTP Padang," ucapnya.

Srikurnia Yati menambahkan, Kecamatan Koto Tangah merupakan kecamatan dengan kasus HIV terbanyak di Kota Padang. "Untuk Koto Tangah sendiri, angka kasus HIV mencapai 40 kasus, Lubeg 22 Kasus, dan yang terendah adalah Kecamatan Lubukkilangan hanya 4 kasus," tambahnya.

Tabel Kasus HIV+ per Kecamatan Kota Padang Tahun 2024. (Sumber Dinkes)
Tabel Kasus HIV+ per Kecamatan Kota Padang Tahun 2024. (Sumber Dinkes)

Untuk usia yang terpapar HIV, masih berada di usia produktif. "Kasus HIV menimpa usia produktif dari 24 - 45 tahun dengan persentase hampir 50 persen. Perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) atau homo merupakan perilaku yang menyebabkan kasus HIV terus bermunculan di Kota Padang," jabarnya.

Srikurnia Yati menjelaskan juga, temuan kasus HIV di 2024 ini, jauh menurun dengan temuan kasus HIV di tahun 2023 yang lalu.

"Di 2023, yang ber-KTP Padang terpapar HIV berjumlah 171 kasus dengan persentase 51 persen, dan kasus dari luar Kota Padang berjumlah 162 kasus dengan persentase 49 persen. Totalnya 333 kasus. Dan Koto Tangah masih kecamatan yang paling tinggi kasus HIV di tahun 2023 tersebut," jabarnya.

Massifkan Sosialisasi ke Sekolah dan di Rumah Ibadah

Sosiolog dari UNP Dr Eka Asih Febriani MPd menjelaskan, penyebab peningkatan HIV/Aids adalah kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS dan perilaku seksual berisiko.

"Saya melihat, peningkatan jumlah kasus HIV dari tahun ke tahun, disebabkan ketidaktahuan pelaku seks tentang perilaku seksual berisiko yang dilakukan," ucapnya.

Selain itu, prilaku seks LSL sangat rentan dan berpeluang penuh terpapar HIV/Aids ini. "Kenapa laki - laki tertarik untuk melakukan LSL? Hal ini disebabkan, oleh pengalaman seks yang buruk yang terjadi di masa lalu. Artinya, sebelum lelaki itu menikmati hubungan LSL, ia sebelumnya diduga menjadi korban pemerkosaan dari lelaki lain," jabarnya.

"Karena tidak memiliki bargaining power untuk melawan, lelaki itu pasrah dan memilih diam tanpa ada perlawanan, kemudian mulai menikmati," ucapnya.

Untuk mencegah terus berkembangnya perilaku seks menyimpang di tengah masyarakat, Eka Asih Febriani menyarankan adanya kontrol sosial di tingkat keluarga.

"Kontrol sosial ini tidak akan pernah terjadi, jika setiap keluarga masih berkutat dalam usaha pemenuhan kebutuhan ekonomi. Imbasnya, perhatian dan kasih sayang dari keluarga akan terlewatkan. Contoh kecilnya adalah perilaku tawuran yang merajalela. Keluarga tidak mampu dalam memberikan kontrol terhadap anggota keluarganya yang lain. Mencegah tawuran saja tidak bisa apalagi mengurangi risiko terpapar HIV," jabarnya.

Untuk mengurangi risiko HIV terus menjalar di tengah masyarakat Eka Asih Febriani menyarankan, Pemko Padang melakukan sosialisasi yang massif akan bahaya HIV ke sekolah-sekolah dan rumah ibadah.

"Saya berharap, Pemko Padang gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV ini ke sekolah dan rumah ibadah. Agar target sosialisasi dapat tercapai, pemerintah menghadirkan salah satu korban HIV untuk bisa berbicara dan menjelaskan bahaya HIV. Jika tidak, tentu sosialisasi ini akan sia-sia," tutupnya.

Selain itu, cara lain untuk memperlambat penyebaran HIV dengan mewajibkan Surat Keterangan Bebas HIV bagi pasangan yang ingin menikah.

"Dengan melampirkan surat keterangan bebas HIV/Aids dari rumah sakit, diharapkan pasangan yang akan menikah, mengetahui riwayat kesehatan calon pasangannya," tutupnya.

Penjualan Alat Kontrasepsi Meningkat 50 Persen

Boy (47) salah satu pemilik toko obat di Kecamatan Nanggalo mengungkapkan, penjualan alat kontrasepsi jenis kondom laku keras jelang pergantian tahun baru kemarin. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penjualan kondom berkisar 50 persen.

"Ini adalah fenomena tiap tahun. Penjualan kondom jelang perayaaan tahun baru meningkat secara signifikan. Penjualan saya meningkat 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ucap Boy, Selasa malam (31/12).

Boy menambahkan, pembeli kondom biasanya orang-orang yang usianya 27 - 45 tahun. "Saya memprediksi usia pembeli kondom berkisar 27 - 45 tahun. Walau mayoritas pembeli adalah lelaki, tetapi perempuan juga ada yang membeli kondom, untuk berjaga-jaga alasan mereka," jelas Boy.

Hal yang sama juga diungkapkan Nora, pedagang obat di Lubukbegalung.  Menurutnya, selain akhir tahun, kondom juga laris saat perayaan hari valentine.

"Cuaca jelang tahun baru bagus. Semua warga keluar. Banyaknya mobil yang parkir di hotel-hotel, menandakan hunian hotel penuh, tentu akan berdampak pada meningkatnya penjualan kondom," paparnya. (edg)

Editor : Hendra Efison
#kondom #hiv #ptdh #Anggota Polda Sumbar #lgbt #alat kontrasepsi #kota padang #aids