Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gubernur: Hasil Survei BPS September 2024, Tingkat Kemiskinan Sumbar Turun 0,55 Persen

Hendra Efison • Kamis, 16 Januari 2025 | 19:58 WIB

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah
PADEK.JAWAPOS.COM—BPS merilis data terbaru yang menunjukkan penurunan signifikan tingkat kemiskinan di Sumbar. Berdasarkan survei yang dilakukan pada September 2024, tingkat kemiskinan di Sumbar turun dari 5,97 persen menjadi 5,42 persen. Penurunan sebesar 0,55 persen ini merupakan yang terbesar dalam satu dekade terakhir.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi atas capaian ini. “Alhamdulillah, berdasarkan rilis BPS terbaru, tingkat kemiskinan Sumbar turun ke 5,42 persen, dengan jumlah penduduk miskin saat ini tercatat 315,43 ribu orang. Sebelumnya, pada survei bulan Maret, tingkat kemiskinan kita berada di angka 5,97 persen dengan jumlah penduduk miskin 345,73 ribu orang,” ungkap Mahyeldi di Padang, Kamis (16/1/2025).

Mahyeldi merincikan, dalam kurun waktu Maret hingga September 2024, jumlah penduduk miskin di Sumbar berkurang sebanyak 30,30 ribu orang. Penurunan ini juga mencatatkan jumlah penduduk miskin terendah dalam 10 tahun terakhir.

BPS mencatat bahwa garis kemiskinan pada September 2024 meningkat menjadi Rp714.991 per kapita per bulan, naik 7,05 persen dari Rp667.925 per kapita per bulan pada Maret 2024. Meski terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, tingkat kemiskinan justru turun, menunjukkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat.

“Naiknya garis kemiskinan mengindikasikan kenaikan harga kebutuhan pokok yang secara logika akan memperberat masyarakat. Namun, tingkat kemiskinan kita justru turun, yang berarti pendapatan masyarakat meningkat sehingga daya beli mereka pun membaik,” jelas Mahyeldi.

Penurunan di Perkotaan dan Perdesaan

Penurunan tingkat kemiskinan terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Persentase penduduk miskin di perkotaan turun dari 4,72 persen menjadi 4,16 persen. Sementara itu, di perdesaan, angka kemiskinan turun dari 7,28 persen menjadi 6,79 persen.

Gubernur menilai hal ini tidak lepas dari peran berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan instansi vertikal yang terus bekerja keras menurunkan tingkat kemiskinan.

Mahyeldi menyebut penurunan angka kemiskinan di perdesaan sejalan dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar, yang melonjak dari angka 109 menjadi 122 pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan penguatan sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Sumbar.

“Peningkatan pendapatan masyarakat juga selaras dengan penurunan angka pengangguran di Sumbar sepanjang tahun 2024. Semua ini berkat kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Mahyeldi.

Di akhir pernyataannya, Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan angka kemiskinan. “Kita berkomitmen untuk terus mencapai hasil yang lebih baik ke depannya. Semoga angka kemiskinan di Sumbar dapat terus kita tekan,” tutupnya.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan dan program pembangunan yang dilakukan pemerintah provinsi berjalan efektif, sekaligus menjadi dorongan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbar di masa mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
#Tingkat Kemiskinan di Sumbar #315 koma 43 ribu orang miskin #BPS September 2024 #nilai tukar petani